Media Kampung, Boston — Prancis dan Maroko akan bertemu dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Kamis (9/7/2026) waktu setempat. Pertandingan ini tidak hanya mempertemukan dua tim kuat, tetapi juga menyimpan muatan sejarah kolonial dan persahabatan di antara para pemain.

Maroko pernah menjadi protektorat Prancis dari 1912 hingga 1956. Hubungan kedua negara tetap erat melalui pendidikan, bisnis, dan migrasi. Enam pemain Maroko lahir di Prancis, sementara beberapa lainnya pernah bermain di Ligue 1 atau melewati sistem pembinaan usia muda Prancis sebelum memilih membela Maroko. Remaja Ayyoub Bouaddi, misalnya, lahir di Prancis, dididik di Lille, dan sempat membela Prancis di level junior sebelum akhirnya memilih Maroko.

Persahabatan Kylian Mbappe (Prancis) dan Achraf Hakimi (Maroko) yang terjalin saat bermain bersama di Paris Saint-Germain juga menjadi sorotan. Keduanya akan saling berhadapan di lapangan.

Pertemuan ini merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar yang dimenangkan Prancis 2-0. Saat itu, Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal. Kini, Maroko datang dengan kepercayaan diri usai menjuarai Piala Afrika 2025.

Kontroversi Wasit Argentina

FIFA menunjuk wasit asal Argentina, Facundo Tello, sebagai pengadil lapangan. Keputusan ini memicu kontroversi karena Argentina merupakan rival berat Prancis di pentas internasional. Seluruh ofisial lapangan berasal dari Argentina: Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade sebagai asisten wasit, Dario Herrera sebagai wasit keempat, serta Cristian Navarro sebagai asisten cadangan. Ini kali pertama di Piala Dunia 2026 seluruh ofisial lapangan berasal dari satu negara.

Tello dikenal sebagai wasit tegas dengan rata-rata 4,59 kartu kuning per pertandingan. Ia telah memimpin dua laga di Piala Dunia 2026, termasuk Kanada vs Bosnia dan Afrika Selatan vs Korea Selatan. Sebelumnya, ia juga memimpin perempat final Piala Dunia 2022 antara Maroko dan Portugal.

Pelatih Prancis Didier Deschamps menolak mempermasalahkan kontroversi tersebut. Ia menegaskan timnya fokus penuh pada pertandingan.

Bekal dan Ancaman

Prancis datang sebagai juara bertahan Piala Dunia 2018 dan salah satu favorit turnamen. Namun, mereka harus mewaspadai kartu kuning yang mengancam beberapa pemain. Michael Olise, Bradley Barcola, dan Achraf Hakimi (Maroko) masing-masing telah mengantongi satu kartu kuning. Jika mendapat kartu kuning lagi, mereka akan absen di semifinal.

Upaya Prancis menggugat kartu kuning Olise yang diterima saat melawan Paraguay telah ditolak FIFA. Deschamps mengonfirmasi hal itu dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2026).

Di kubu Maroko, gelandang Ismael Saibari dipastikan absen karena cedera.

Laga ini diprediksi berjalan sengit. Boston, yang memiliki komunitas Maroko yang kecil namun solid, menjadi saksi pertemuan dua bangsa yang terikat sejarah panjang.