Media KampungPelatih Portugal, Roberto Martínez, mengungkapkan motivasi emosional timnya di Piala Dunia 2026: ingin mempersembahkan gelar juara untuk mendiang Diogo Jota. Pernyataan itu disampaikan setelah Portugal bermain imbang 0-0 melawan Kolombia di laga penutup Grup K, Minggu (28/6/2026). Hasil tersebut membuat Portugal finis sebagai runner-up grup dan akan menghadapi Kroasia di babak 32 besar.

Diogo Jota, mantan penyerang Liverpool dan timnas Portugal, meninggal dunia pada 3 Juli 2025 dalam kecelakaan mobil bersama saudaranya, André Silva, di Zamora, Spanyol. Ia menjadi figur yang sangat dihormati di skuad Portugal. Martínez menyebut Jota sebagai “tanda dan cahaya motivasi terbesar” bagi tim.

“Setiap hari sulit, tetapi saat berlatih selalu ada momen di mana Diogo Jota kembali ke ingatan kami. Saya tidak akan mengatakan hari peringatan itu harus menjadi sangat berat. Saya rasa itu adalah sebuah perayaan. Kami perlu menghormati Diogo Jota. Ini adalah momen untuk menghargai bahwa semua yang kami mulai di tim ini dimulai bersamanya. Kami memenangkan Nations League bersamanya. Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya,” ujar Martínez dalam konferensi pers.

Selama turnamen, Jota dinobatkan sebagai anggota kehormatan skuad Portugal. Para pemain juga mengenakan gelang kapten khusus sebagai bentuk penghormatan. Pertandingan melawan Kroasia akan digelar di Toronto pada 2 Juli 2026, sehari sebelum peringatan satu tahun kepergian Jota.

Di sisi lain, Martínez juga membela keputusan memainkan Cristiano Ronaldo penuh selama 90 menit di tiga laga fase grup. Ronaldo yang kini berusia 41 tahun telah mencatatkan 270 menit bermain. Martínez menegaskan perbandingan dengan pemain lain seperti Lionel Messi atau Erling Haaland yang diistirahatkan adalah tindakan kekanak-kanakan. “Cristiano selalu tahu bagaimana berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Yang paling penting baginya adalah tetap kuat secara mental, disiplin dalam menjaga posisi, dan mampu membuka ruang dalam pola serangan kami,” jelasnya.

Hasil imbang tanpa gol melawan Kolombia menjadi evaluasi berharga. Martínez memuji performa kiper Diogo Costa dan solidnya lini pertahanan. Ia menekankan Portugal perlu lebih menguasai bola dan memaksimalkan kualitas individu pemain untuk menghadapi Kroasia. “Kami benar-benar membutuhkan laga seperti ini, untuk membawa permainan ke arah yang kami inginkan. Ini membantu kami memahami apa yang harus dilakukan di fase berikutnya,” tambahnya.

Dengan semangat mengenang Diogo Jota dan tekad kuat, Portugal melangkah ke babak gugur dengan misi ganda: meraih gelar dan menghormati sang legenda.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.