Media Kampung – Timnas Iran bersiap menghadapi laga perdana Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Selasa (16/6) pukul 08.00 WIB. Menjelang penampilan keempat mereka di ajang sepak bola terbesar dunia, pemain senior Alireza Jahanbakhsh menyampaikan pesan penuh makna: sepak bola adalah tentang persatuan, harapan, dan kebahagiaan.

Jahanbakhsh, yang lahir dan besar di utara Iran, telah menghabiskan bertahun-tahun berkarier di Eropa, namun kampung halamannya tetap memiliki tempat istimewa di hatinya. Bagi pemain sayap veteran ini, Iran bukan sekadar tempat lahir, melainkan bagian dari identitas yang selalu ia bawa ke mana pun ia pergi.

Meskipun Iran telah enam kali tampil di Piala Dunia, mereka belum pernah berhasil melewati fase grup. Namun, Jahanbakhsh percaya skuad saat ini yang diperkuat pemain-pemain seperti Mehdi Taremi, Mohammad Mohebi, dan Saman Ghoddos memiliki kualitas untuk memberikan kesan positif. “Kekuatan kami ada pada kualitas individu yang kami miliki, tetapi juga pada tujuan bersama kami, yaitu bermain dengan senyum di wajah dan berusaha membuat rakyat kami bahagia,” ujarnya di laman FIFA.

Persiapan Iran menuju Piala Dunia tidak berlangsung dalam situasi yang mudah. Berbagai tantangan di dalam dan sekitar negara mereka memberikan dampak emosional. Namun, Jahanbakhsh memilih fokus pada pesan positif. Setelah menghadapi Selandia Baru, Iran akan melawan Belgia dan Mesir di fase grup. Meskipun target utama adalah melangkah sejauh mungkin, pemain berusia 31 tahun itu ingin menikmati momen berharga yang mungkin menjadi bab terakhir dalam perjalanan internasionalnya.

“Sulit menggambarkan perasaan saya bisa mewakili negara di Piala Dunia untuk keempat kalinya. Bahkan tampil di satu Piala Dunia saja sudah menjadi impian saya, keluarga saya, dan orang tua saya sejak saya kecil,” ungkap Jahanbakhsh.

Ia juga berharap sepak bola dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi masyarakat Iran yang telah melalui berbagai masa sulit. “Tentu saja situasi di kampung halaman memengaruhi kami, tetapi kami berbicara melalui permainan kami di lapangan. Kami ingin menemukan cara untuk sedikit meringankan masa-masa sulit yang dialami rakyat kami dan menghadirkan senyum di wajah mereka,” katanya.

Jahanbakhsh menambahkan, “Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan dunia dan menyatukan manusia. Tidak peduli negara, warna kulit, atau latar belakang seseorang, kita semua adalah manusia. Tidak seharusnya manusia hidup dalam penderitaan. Semoga melalui sepak bola, melalui apa yang kami lakukan di lapangan, kami bisa menyampaikan pesan itu kepada dunia dan menunjukkan siapa kami sebenarnya di panggung terbesar ini.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.