Media Kampung – Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, memutuskan untuk menurunkan Donyell Malen sebagai penyerang utama dalam laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Jepang, Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Keputusan ini membuat Memphis Depay, yang sebelumnya disebut akan menjadi starter, harus memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Dalam susunan pemain yang dirilis, Koeman memasang trio penyerang yang terdiri dari Cody Gakpo, Donyell Malen, dan Crysencio Summerville. Sementara itu, Memphis Depay yang telah mengoleksi 55 gol dalam 109 penampilan bersama Belanda harus menunggu kesempatan untuk masuk di babak kedua.
Keputusan ini menuai sorotan dari jurnalis De Telegraaf, Valentijn Driessen dan Mike Verweij. Dalam podcast Kick-Off, Driessen menilai bahwa memulai turnamen dengan Depay langsung di bawah tekanan adalah langkah yang tidak bijaksana. Ia menyarankan agar Malen tetap menjadi starter untuk menjaga kepercayaan dirinya, mengingat Malen akan sangat dibutuhkan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Verweij menambahkan tiga alasan mengapa Malen lebih layak menjadi starter. Pertama, Depay berisiko kehilangan ritme karena baru pulih dari cedera yang membuatnya absen dua bulan. Kedua, mengabaikan Malen dapat menghancurkan kepercayaan dirinya. Ketiga, keputusan mendadak menempatkan Depay sebagai starter justru membuat Koeman terlihat panik.
Keputusan Koeman juga dipengaruhi oleh absennya Xavi Simons karena cedera lutut parah yang dialaminya saat bermain untuk Tottenham musim lalu. Simons, yang mencetak 16 gol musim ini, seharusnya menjadi andalan di lini depan. Tanpa Simons, Koeman mengandalkan Tijjani Reijnders, Donyell Malen, dan Georginio Wijnaldum untuk mengisi peran kreatif di lini serang.
Laga Belanda vs Jepang di AT&T Stadium, Arlington, Texas, merupakan pertandingan pertama Grup F Piala Dunia 2026. Belanda juga akan menghadapi Tunisia dan Swedia di fase grup. Dengan performa Jepang yang sedang dalam enam kemenangan beruntun, keputusan Koeman untuk memainkan Malen sejak awal akan menjadi ujian bagi strategi ofensif Belanda.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan