Media Kampung – Kapten timnas Jerman, Joshua Kimmich, mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak meremehkan Curacao pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026, Senin (15/6) dini hari WIB di NRG Stadium, Houston. Meski secara statistik Jerman diunggulkan dengan peluang lolos mencapai 98,1 persen, Kimmich menekankan bahwa dua edisi terakhir turnamen menjadi pelajaran pahit ketika Jerman tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022.

“Kami tidak terlalu memikirkan turnamen secara keseluruhan sekarang. Fokus kami adalah setiap pertandingan satu per satu,” ujar Kimmich kepada ESPN, seperti dikutip dari berbagai sumber. Ia menambahkan bahwa grup yang dihuni Jerman tidak semudah yang dibayangkan banyak orang, meskipun salah satu lawannya adalah Curacao yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.

Curacao, negara dengan populasi kurang dari 160.000 jiwa, menjadi negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Meski di atas kertas bukan lawan seimbang, Kimmich menegaskan bahwa Jerman harus tetap waspada. “Kami ingin membuat Jerman bangga! Itu tujuan utama. Kami tahu bahwa kami mewakili seluruh negara di sini,” kata Kimmich dalam wawancara dengan BILD.

Jerman sendiri datang ke turnamen ini dengan modal sembilan kemenangan beruntun di bawah pelatih Julian Nagelsmann. Namun, catatan buruk di dua Piala Dunia terakhir masih membayangi. Pada 2018, Jerman kalah dari Meksiko dan tersingkir di fase grup. Empat tahun kemudian, mereka kembali gagal lolos setelah kalah dari Jepang dan hanya menang atas Kosta Rika.

Berita positif datang dari kondisi Manuel Neuer yang pulih dari cedera betis dan siap menjadi starter di laga ini. Sementara itu, gelandang Lennart Karl dipastikan absen karena cedera parah dan digantikan oleh Assan Ouédraogo. Winger Serge Gnabry juga tidak masuk skuad karena cedera.

Di sisi Curacao, pelatih Dick Advocaat yang berusia 78 tahun akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia. Curacao lolos setelah memuncaki grup kualifikasi Concacaf dan diprediksi akan bermain bertahan menghadapi gempuran Jerman.

Kimmich, yang menjadi kapten tim, menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah memenangkan pertandingan demi pertandingan. “Kami tidak boleh terlena dengan statistik. Yang terpenting adalah tampil maksimal di setiap laga,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.