Media Kampung – Gelombang protes jelang Piala Dunia 2026 mengguncang Meksiko menjelang pembukaan turnamen. Pemerintah di bawah Presiden Claudia Sheinbaum memperketat keamanan dengan mengerahkan lebih dari 100.000 personel militer, polisi, dan Garda Nasional di tiga kota utama.
Demonstrasi di Kota Meksiko memblokir akses menuju alun-alun yang menjadi lokasi fan festival utama. Warga mengkritik besarnya pengeluaran negara untuk penyelenggaraan Piala Dunia di tengah skandal politik dan krisis kemanusiaan, termasuk kasus orang hilang.
Serikat guru dan kelompok masyarakat turut menggelar aksi, menuntut perbaikan kondisi kerja dan perhatian pemerintah terhadap persoalan sosial. Keluarga korban orang hilang juga menyuarakan agar pemerintah lebih fokus pada krisis kemanusiaan.
Pemerintah menyatakan situasi tetap terkendali dan menyiapkan lokasi alternatif untuk fan festival jika diperlukan. Teknologi seperti kamera pengawas dan sistem anti-drone digunakan untuk memperkuat pengamanan.
Ribuan wisatawan mulai berdatangan ke Kota Meksiko. Dekorasi Piala Dunia telah menghiasi jalan-jalan. Artis internasional Shakira dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara pembukaan pada Kamis, 11 Juni 2026. Turnamen ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi miliaran dolar AS bagi sektor pariwisata dan olahraga.
Meski demikian, tekanan sosial dan tantangan keamanan masih menjadi perhatian utama menjelang pembukaan Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan