Media Kampung – Eintracht Frankfurt kembali menunjukkan kemampuan ofensif yang menghibur dalam pertandingan Bundesliga melawan SC Freiburg yang berakhir imbang 2-2. Meskipun lini depan tampil menjanjikan dengan gol dari Younes Ebnoutalib dan Jonathan Burkardt, masalah di lini pertahanan kembali mencuat, menjadi tantangan utama bagi tim dalam menjaga keunggulan.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu, Frankfurt dua kali memimpin melalui gol Ebnoutalib pada menit ke-10 dan Burkardt menit ke-36. Namun, Freiburg yang dikenal sebagai lawan tangguh berhasil menyamakan kedudukan masing-masing melalui Derry Scherhant dan Yuito Suzuki. Hasil ini menandai lanjutan tren positif Frankfurt yang belum terkalahkan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Freiburg.
Strategi pertahanan menjadi sorotan besar. Pelatih Adi Hütter memilih formasi empat bek, berbeda dengan pertandingan sebelumnya di mana tim menggunakan formasi tiga bek yang sempat membawa kestabilan. Keputusan ini dipengaruhi oleh absennya bek Jeremiaha Maluze akibat cedera paha yang diperkirakan akan membuatnya absen dalam waktu yang belum bisa dipastikan. Kekurangan ini memaksa Hütter untuk mengubah susunan pemain dan formasi, yang berdampak pada performa di lini belakang.
Lini depan Frankfurt tampil gemilang, terutama duet Ebnoutalib dan Burkardt yang keduanya tengah dalam bentuk terbaik dan juga dipanggil ke tim nasional Jerman. Kombinasi mereka dengan pemain lain seperti Can Uzun dan Ritsu Doan menciptakan peluang-peluang menarik dan gol yang memukau. Burkardt menunjukkan ketajaman sebagai striker dengan gol kedua yang dicetak dengan teknik menyerang yang baik.
Namun, masalah defensif masih menjadi penghambat utama. Kesalahan individu dan kurangnya tekanan saat lawan menyerang menyebabkan kebobolan gol-gol yang seharusnya bisa dihindari. Setelah jeda, tim kembali kebobolan gol cepat yang membuat Hütter kecewa dengan sikap dan profesionalisme pemain, khususnya dalam menjaga konsentrasi dan intensitas pertahanan.
Selain itu, pola permainan tim yang sering kehilangan fokus pasca istirahat menjadi perhatian serius. Hal ini terlihat dari gol-gol yang diterima segera setelah babak kedua dimulai, yang juga terjadi pada pertandingan sebelumnya. Kiper Noah Atubolu, mantan pemain Freiburg, memberikan performa yang solid meski tidak dapat menghindari kebobolan dua gol.
Hasil imbang ini menempatkan Eintracht Frankfurt di posisi tengah klasemen dengan lima poin dari empat pertandingan, sementara Freiburg harus rela melepas posisi puncak klasemen mereka setelah hanya bertahan seminggu. Pelatih Hütter menegaskan perlunya peningkatan profesionalisme dan kestabilan dalam permainan, terutama dalam mempertahankan keunggulan selama 90 menit penuh.
Ke depan, Eintracht Frankfurt perlu fokus memperbaiki lini pertahanan sambil mempertahankan kekuatan serangan yang sudah terbukti efektif. Cedera Maluze menjadi tantangan tambahan yang harus diatasi oleh skuad untuk menjaga konsistensi performa mereka di Bundesliga musim ini.














Tinggalkan Balasan