Media Kampung – Persija Jakarta tengah melakukan perombakan besar menjelang kompetisi Super League musim 2026/2027 dengan menghadirkan pelatih baru, Shin Tae-yong, yang dipercaya untuk membangun skuad kompetitif sesuai visi dan strategi modern. Pergantian pelatih dan perombakan pemain menunjukkan langkah serius Macan Kemayoran dalam menatap era baru sepak bola Indonesia.
Manajemen Persija memberikan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong untuk mengatur komposisi pemain, termasuk proses rekrutmen dan pelepasan pemain. Kesepakatan anggaran belanja pemain sudah dibahas sejak awal, memungkinkan Shin bekerja dengan leluasa namun tetap dalam batasan yang disepakati. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara manajemen dan pelatih dalam membangun tim yang solid.
Pada bursa transfer kali ini, Persija melepas delapan pemain asing, termasuk sosok kunci musim lalu seperti Emaxwell Souza dan Allano Lima, serta sudah ada total 11 pemain yang resmi meninggalkan klub untuk musim depan. Namun, di tengah perombakan besar itu, ada kabar positif bagi suporter karena Rayhan Hannan, salah satu pemain masa depan, sepakat memperpanjang kontrak hingga tiga musim ke depan, menandakan komitmen klub mempertahankan talenta lokal yang potensial.
Shin Tae-yong yang sudah berpengalaman dengan sepak bola Indonesia menyadari tantangan baru sebagai pelatih klub besar. Ia menegaskan bahwa posisi ini penuh tekanan, namun tekanan itu harus dihadapi dengan persiapan matang. Pelatih asal Korea Selatan ini menekankan pentingnya mental kuat dan etos kerja pemain yang mau berkorban demi tim. Menurutnya, karakter pemain sangat penting dalam sepak bola modern yang menuntut kerja sama dan intensitas tinggi.
Selain aspek teknis, Shin Tae-yong juga menyoroti sikap pemain di dalam dan luar lapangan. Pemain yang sombong dan tidak mau berkorban tidak akan masuk dalam rencananya. Filosofi ini menjadi landasan dalam membentuk skuad yang mampu bersaing di level tertinggi liga. Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan Persija dapat kembali meraih prestasi terbaik, bahkan menargetkan gelar juara sebagai perayaan ulang tahun ke-500 kota Jakarta pada tahun 2027.
Perubahan pelatih dari Mauricio Souza ke Shin Tae-yong memang sempat mengejutkan sebagian pihak karena performa Persija musim lalu cukup baik. Namun, manajemen yakin dengan visi baru yang dibawa, tim akan memiliki skenario permainan yang lebih dahsyat dan mampu menutupi kekurangan sebelumnya.
Untuk mendukung persiapan tim, Shin Tae-yong telah merencanakan latihan perdana dimulai pada 14 Juli 2026 dan mengagendakan training camp (TC) di luar negeri guna meningkatkan kualitas skuad. Langkah ini menegaskan keseriusan Persija dalam membangun tim yang tidak hanya kompetitif secara fisik dan teknik, tetapi juga mentalitas juara.
Keseluruhan pergerakan Persija di bursa transfer dan penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala menandai era baru bagi Macan Kemayoran. Dengan dukungan penuh manajemen dan komitmen pemain masa depan yang bertahan, Persija siap menghadapi tantangan Super League 2026/2027 dan mengukir prestasi yang lebih gemilang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan