Media Kampung – Jackson Irvine kembali menjadi andalan lini tengah Australia di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 33 tahun yang kini menjadi kapten FC St. Pauli di Bundesliga itu sudah tampil di dua edisi Piala Dunia sebelumnya dan tiba di Amerika Serikat dengan tanggung jawab yang lebih besar. Dalam skema pelatih Tony Popovic, Irvine menjadi poros permainan yang menghubungkan pertahanan dan serangan.

Irvine lahir di Melbourne dan memulai karier sepak bolanya di akademi lokal sebelum menembus tim senior. Karier profesionalnya membawanya ke berbagai klub Eropa, termasuk Celtic di Skotlandia, sebelum akhirnya menetap di St. Pauli. Klub yang dikenal dengan julukan “Kiezkicker” itu bermain di Bundesliga, kasta tertinggi sepak bola Jerman, dan Irvine menjadi pemain kunci di lini tengah.

Dengan 82 caps bersama timnas Australia, Irvine adalah salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Socceroos. Kemampuannya membaca taktik lawan, berkontribusi dalam bertahan tanpa meninggalkan serangan, serta mengatur tempo permainan menjadi aset berharga. Dalam sistem Popovic yang mengandalkan inverted wide attackers dan wing-back yang tumpang tindih, kecerdasan taktis Irvine sangat dibutuhkan.

Pada pertandingan pembuka Grup D melawan Turki, Australia mengejutkan banyak pihak dengan kemenangan 2-0. Irvine tidak masuk dalam starting XI karena pelatih memilih Paul Okon-Engstler dan Aiden O’Neill di lini tengah. Namun, pengalaman dan kepemimpinan Irvine tetap menjadi opsi kuat dari bangku cadangan. Pelatih Popovic diperkirakan akan kembali menggunakan formasi tiga bek dengan Jacob Italiano dan Jordan Bos sebagai wing-back, sementara Irvine siap dimasukkan jika diperlukan.

Laga kedua Australia melawan tuan rumah Amerika Serikat pada 19 Juni 2026 di Lumen Field, Seattle, akan menjadi ujian berat. AS baru saja menghancurkan Paraguay 4-1 dan tampil di depan pendukung sendiri. Namun, Australia datang dengan modal clean sheet dan organisasi pertahanan yang solid. Irvine diharapkan bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan, serta membantu tim menguasai bola di area tengah.

Selain Irvine, pemain muda seperti Nestory Irankunda juga menjadi sorotan. Pemain berusia 20 tahun yang kini bermain di Watford (Championship Inggris) itu memberikan kecepatan dan kreativitas di sayap. Namun, pengalaman Irvine dalam menghadapi tekanan di pentas dunia tetap menjadi faktor pembeda. Jika Australia ingin melaju ke babak gugur, kontribusi Irvine di lini tengah akan sangat krusial.

Australia saat ini memuncaki Grup D bersama AS dengan nilai 3 poin. Pertandingan melawan AS akan menentukan siapa yang lebih berpeluang lolos. Irvine dan kawan-kawan siap memberikan perlawanan sengit.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.