Media Kampung – Persebaya Surabaya resmi mendatangkan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, untuk menghadapi musim BRI Super League 2026/2027. Striker berusia 23 tahun itu bergabung setelah meninggalkan DPMM FC, klub asal Brunei yang bermain di Liga Malaysia. Sananta kembali ke Indonesia dengan harapan bisa menemukan ketajaman yang sempat hilang, dan ia percaya bahwa reuni dengan pelatih Bernardo Tavares menjadi kunci kebangkitannya.
Sananta dan Tavares sebelumnya bekerja sama di PSM Makassar pada musim 2022/2023, saat mereka sukses mengantarkan Juku Eja meraih gelar juara Liga 1. Di bawah asuhan Tavares, Sananta yang saat itu masih menjadi pemain anyar di kasta tertinggi berhasil mencuri perhatian dengan mencetak 11 gol dan 2 assist dalam 28 pertandingan. Performa impresif tersebut membawanya masuk ke Timnas Indonesia dan menjadi salah satu striker lokal paling menjanjikan.
Namun, perjalanan karier Sananta tidak selalu mulus. Setelah meninggalkan PSM, ia bergabung dengan Persis Solo sebelum mencoba peruntungan di luar negeri bersama DPMM FC. Di Malaysia, Sananta hanya mampu mencatatkan 4 gol dan 2 assist dalam 27 penampilan di semua kompetisi. Statistik yang jauh dari kata memuaskan, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
“Setelah bermain di Malaysia, saya memang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia. Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini,” ujar Sananta dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman Persebaya.
Faktor penentu kepindahan Sananta ke Persebaya adalah kehadiran Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal sebagai sosok yang mampu mengorbitkan Sananta di PSM Makassar. Tavares pun optimistis bahwa mantan anak asuhnya itu bisa kembali tampil tajam. “Dia adalah pemain yang berkembang pesat saat berada di PSM Makassar, di mana sebelumnya tidak ada yang mengenalnya, dan setelah itu dia masuk tim nasional dan menjalani musim yang sangat bagus saat PSM juara,” kata Tavares.
Tavares juga menyadari bahwa performa Sananta di DPMM FC belum maksimal. “Menurut saya dia tidak memiliki statistik yang terlalu bagus di sana. Saya pikir Sananta bisa tampil lebih baik dan kami berharap dia bisa melakukannya,” tambahnya.
Persebaya sendiri tidak hanya mendatangkan Sananta. Dalam bursa transfer kali ini, Bajul Ijo juga memperkenalkan lima pemain lokal baru, tiga di antaranya berasal dari PSM Makassar. Langkah ini menunjukkan keseriusan Persebaya dalam membangun skuad kompetitif untuk musim depan.
Sananta berharap bisa kembali ke performa terbaiknya bersama Persebaya. Dengan dukungan pelatih yang sudah memahami karakternya, ia optimistis bisa memberikan kontribusi besar bagi tim. Reuni dengan Tavares menjadi modal berharga bagi Sananta untuk bangkit dan kembali menjadi striker tajam yang pernah bersinar di Liga Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan