Media Kampung – Babak pertama pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 antara Pantai Gading dan Ekuador di Philadelphia Stadium, Senin (15/6/2026) pagi WIB, berakhir tanpa gol. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya, tetapi belum ada yang mampu memecah kebuntuan.
Ekuador tampil lebih agresif sepanjang 45 menit pertama. Tim asuhan pelatih yang belum disebutkan itu mengandalkan serangan cepat yang dipimpin Enner Valencia, Gonzalo Plata, dan Alan Minda. Peluang terbaik datang dari Alan Minda yang dua kali membentur mistar gawang, membuat pertahanan Pantai Gading berada dalam tekanan.
Meski lebih banyak menguasai momentum serangan, Ekuador kesulitan menyelesaikan peluang menjadi gol. Solidnya lini belakang Pantai Gading yang dikawal Emmanuel Agbadou dan Wilfried Singo membuat sejumlah peluang lawan gagal berbuah hasil.
Di sisi lain, Pantai Gading tidak tinggal diam. Tim asuhan Emerse Fae beberapa kali mengancam lewat kecepatan Yan Diomande dan pengalaman Nicolas Pepe di lini depan. Yan Diomande, penyerang berusia 19 tahun, menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan pergerakan dari sisi sayap yang merepotkan pertahanan Ekuador.
Laga berlangsung dalam tempo tinggi dan diwarnai permainan fisik. Sejumlah pelanggaran membuat wasit François Letexier harus beberapa kali menghentikan pertandingan. Tiga pemain Pantai Gading, yakni Seko Fofana, Franck Kessie, dan Guela Doue, menerima kartu kuning pada babak pertama. Situasi ini bisa menjadi perhatian bagi pelatih Emerse Fae menjelang babak kedua.
Cuaca panas di Philadelphia juga memengaruhi jalannya pertandingan. Official pertandingan memberikan kesempatan kepada para pemain untuk melakukan water break di tengah babak pertama. Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor tetap 0-0. Hasil sementara ini membuat persaingan di Grup E masih terbuka, terlebih setelah Jerman sebelumnya meraih kemenangan telak 7-1 atas Curacao.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan