Media KampungAjax menghadapi FC Groningen dalam laga play-off penting yang digelar di Kras Stadion, Volendam, pada Kamis malam. Pertandingan ini menjadi langkah awal bagi Ajax untuk melaju ke babak final play-off yang menentukan kelolosan ke kompetisi Conference League.

Karena Johan Cruijff Arena sedang digunakan untuk konser Harry Styles, Ajax terpaksa menggelar pertandingan kandang mereka di markas FC Volendam. Dalam laga ini, pelatih Óscar García melakukan satu perubahan wajib pada susunan pemain utama. Aaron Bouwman dipercaya mengisi posisi bek tengah menggantikan Ko Itakura yang absen karena cedera. Selain itu, lini belakang Ajax juga diisi oleh Anton Gaaei, Youri Baas, dan Lucas Rosa sebagai bek kiri.

Di lini tengah, Ajax menurunkan Jorthy Mokio, Sean Steur, dan Davy Klaassen. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada Steven Berghuis, Wout Weghorst sebagai striker utama, dan Mika Godts. Keputusan menempatkan Weghorst di posisi ujung tombak menjadi strategi utama untuk menekan pertahanan Groningen.

FC Groningen menurunkan skuad yang mayoritas sudah dikenal, dengan pengecualian pada posisi penyerang sayap kanan yang diisi oleh Travis Hernes menggantikan Younes Taha. Di lini pertahanan, Marco Rente, Thijmen Blokzijl, Dies Janse, dan Marvin Peersman menempati posisi bek. Sementara di lini tengah, Tygo Land, Tika de Jonge, dan David van der Werff menjadi pengatur permainan, dan lini depan diisi Hernes, Thom van Bergen, serta Jorg Schreuders.

Situasi ini menjadi menarik karena Dies Janse yang bermain untuk FC Groningen saat ini merupakan pemain yang sedang berstatus pinjaman dari Ajax. Hal tersebut menambah tensi emosional dalam pertandingan yang menjadi langkah awal bagi Ajax untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.

Pelatih Óscar García menyatakan bahwa fokus utamanya adalah membawa Ajax lolos ke Conference League, bahkan mengesampingkan kepentingan pribadi. Ia menegaskan, “Saya siap menerima apapun, termasuk tidak menjadi pelatih Ajax lagi, asalkan klub bisa berlaga di kompetisi Eropa musim depan.”

Ajax sendiri saat ini berada di posisi kelima klasemen Eredivisie dan menjalani play-off untuk menentukan kelolosan ke kompetisi Eropa. Laga ini merupakan sejarah baru bagi Ajax karena ini pertama kalinya mereka harus mengikuti play-off demi mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa.

FC Groningen datang dengan modal dua kemenangan beruntun dalam dua pekan terakhir, sehingga membawa momentum positif meskipun mereka sempat mengancam akan memboikot pertandingan akibat kontroversi penggunaan stadion. Namun, pada akhirnya pertandingan tetap digelar sesuai jadwal.

Jika Ajax berhasil menang, mereka akan melaju ke babak final play-off yang akan mempertemukan mereka dengan pemenang antara FC Utrecht dan sc Heerenveen pada Minggu mendatang. Laga ini tidak menggunakan sistem pertandingan kandang-tandang, sehingga hasil malam ini bersifat menentukan langsung.

Dengan kondisi skuad yang tidak lengkap dan harus bermain di stadion yang bukan kandang asli, Ajax tetap bertekad meraih kemenangan demi mempertahankan tradisi mereka berlaga di kompetisi Eropa. Sementara FC Groningen berharap bisa memanfaatkan momentum dan mempersulit langkah Ajax agar mereka sendiri yang melangkah ke babak final play-off.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.