Media KampungFIFA mengumumkan perubahan aturan disiplin untuk Piala Dunia 2026 yang memungkinkan beberapa pemain, termasuk Nicolas Otamendi dari Argentina dan Moises Caicedo dari Ekuador, tampil di laga pembuka tanpa harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Kebijakan baru ini diambil agar setiap negara bisa menurunkan skuad terbaik pada turnamen terbesar sepak bola dunia.

Aturan terbaru menyatakan bahwa kartu kuning tunggal maupun larangan bermain satu atau dua pertandingan akibat akumulasi kartu selama babak kualifikasi tidak akan dibawa ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun, hukuman berat akibat kartu merah tertentu tetap berlaku hingga babak final. Sebelumnya, Otamendi dan Caicedo sempat terancam absen setelah menerima kartu merah dalam laga kualifikasi zona CONMEBOL, sehingga nasib mereka menjadi perhatian banyak pihak.

Federasi Sepak Bola Argentina melakukan negosiasi langsung dengan FIFA agar Otamendi dapat bermain di pertandingan pembuka Argentina. Selain itu, Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez juga terlibat dalam pembicaraan terkait kasus kedua pemain tersebut. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo juga mendapat keringanan hukuman serupa sehingga bisa tampil pada laga awal Piala Dunia bersama Portugal.

Selain perubahan aturan terkait akumulasi kartu pada babak kualifikasi, FIFA juga menetapkan bahwa kartu kuning yang diterima selama pertandingan Piala Dunia akan dihapus setelah fase grup dan kembali dihapus usai babak perempat final. Hal ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan integritas kompetisi selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 akan menjadi sejarah karena digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, mulai 11 Juni 2026. Laga pembuka akan berlangsung di Stadion Azteca, Meksiko, antara tim tuan rumah dan Afrika Selatan. Dengan aturan disiplin baru ini, diharapkan setiap tim dapat menurunkan pemain terbaik tanpa terkendala akumulasi kartu dari babak kualifikasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.