Media KampungNeymar mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka setelah terlibat insiden fisik dengan Robinho Jr, rekan setimnya di Santos FC, saat sesi latihan di Centro de Treinamento Rei Pele, Minggu (3/5/2026). Peristiwa ini langsung menjadi sorotan setelah Neymar, pemain berpengalaman yang juga kapten tim, kehilangan kendali emosi dan menampar Robson de Souza Jr, yang merupakan putra dari mantan pemain Brasil, Robinho.

Insiden bermula saat sesi latihan berlangsung panas. Robinho Jr, pemain muda berusia 18 tahun yang sudah tampil 22 kali di liga bersama Santos, berhasil menggiring bola melewati Neymar. Aksi tersebut memicu reaksi emosional dari Neymar yang kemudian berakhir dengan aksi saling dorong dan tamparan ke wajah Robinho Jr. Kejadian itu terjadi di tengah suasana kompetitif tim yang tengah bersiap untuk laga berikut di Copa Sudamericana.

Setelah insiden itu, manajemen Santos bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi internal. Pihak klub menegaskan langkah ini diambil demi menjaga keharmonisan skuad, apalagi insiden tersebut melibatkan dua pemain dengan status penting—Neymar sebagai ikon dan Robinho Jr sebagai talenta muda yang sedang naik daun. Klub menurunkan departemen hukum untuk menganalisis situasi dan memastikan semua proses berjalan transparan.

Kronologi kejadian ini juga dikonfirmasi oleh berbagai sumber, termasuk mediakampung.com dan laporan langsung dari tempat latihan. Robinho Jr mengakui dirinya kecewa atas tindakan Neymar, namun keduanya segera berdamai setelah momen panas itu mereda. “Neymar langsung sadar dirinya salah dan meminta maaf berkali-kali. Saya kecewa karena beliau adalah idola saya sejak kecil, tapi kami sudah bicara dan semuanya selesai,” ujar Robinho Jr, seperti dikutip dari mediakampung.com.

Setelah laga imbang 1-1 antara Santos dan Deportivo Recoleta pada Selasa (5/5/2026) di Copa Sudamericana, Neymar memberikan pernyataan terbuka kepada wartawan. Ia menegaskan sudah meminta maaf secara langsung kepada Robinho Jr dan keluarganya. “Jika mereka menginginkan permintaan maaf di hadapan pers, ini dia. Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya,” ucap Neymar kepada ESPN Brasil, dikutip mediakampung.com.

Neymar juga mengakui tindakannya berlebihan, namun menekankan bahwa masalah tersebut telah selesai secara internal. “Saya bereaksi berlebihan, ya, dalam reaksi saya. Seharusnya bisa berbeda, tetapi saya akhirnya kehilangan kendali emosi. Semua orang membuat kesalahan; itu kesalahan saya, itu kesalahannya, saya membuat kesalahan yang lebih besar,” tambah Neymar. Ia memastikan permintaan maaf juga dilakukan di ruang ganti, di hadapan seluruh tim, dan Robinho Jr pun telah meminta maaf atas bagian yang menjadi bagiannya.

Manajemen Santos dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa investigasi berjalan sesuai prosedur dan memastikan tidak ada dampak jangka panjang bagi keharmonisan tim. Klub Brasil itu menegaskan pentingnya penyelesaian damai dan belajar dari kejadian tersebut agar suasana tim tetap kondusif menghadapi kompetisi mendatang. Dalam pertandingan melawan Recoleta, Neymar tetap dimainkan dan bahkan mencetak gol penyeimbang untuk Santos.

Kejadian ini juga menyoroti hubungan antara Neymar dan Robinho Jr di luar lapangan. Neymar menyebut Robinho Jr sebagai pemain muda yang ia sayangi dan hormati, menyiratkan bahwa insiden tersebut tidak merusak hubungan personal mereka. “Dia adalah anak yang sangat saya sukai, saya punya rasa istimewa padanya. Hal seperti ini bisa terjadi di sepak bola, seperti bertengkar dengan teman atau saudara sendiri,” ujar Neymar. Robinho Jr juga menegaskan kepada mediakampung.com bahwa dirinya tidak menyimpan dendam dan ingin fokus kembali ke tim.

Pada akhirnya, Santos FC memastikan situasi sudah terkendali dan para pemain kembali fokus pada latihan serta pertandingan berikutnya. Insiden Neymar dengan Robinho Jr menjadi pelajaran penting bagi kedua belah pihak, baik dari sisi emosi maupun profesionalisme di lingkungan olahraga profesional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.