Media Kampung – Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali memperkuat posisi mereka di klasemen Liga 1 setelah masing‑masing meraih kemenangan penting pada pekan ke‑32, sementara PSM Makassar berhasil mengurangi jarak dari zona degradasi dengan hasil positif di laga tandang. Kemenangan tersebut menegaskan dinamika persaingan di puncak dan tengah tabel, serta memberikan sinyal bahwa perjuangan untuk mengamankan tiket Liga Champions dan menghindari turun semakin intens.
Persib mengalahkan Madura United 2‑0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, gol pertama dicetak lewat tendangan jarak jauh oleh Michael Essien dan gol balasan dikerjakan oleh Romario Gabriel pada menit ke‑78. Kedua gol itu tidak hanya menambah tiga angka pada papan skor, tetapi juga mengangkat total poin Persib menjadi 38 poin dari 18 pertandingan, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Liga 1.
Di sisi lain, Persija Jakarta menumpangkan kemenangan tipis 1‑0 atas Arema FC di Stadion Patriot Chandrabhaga, dengan gol tunggal yang dihasilkan oleh Marko Simic pada menit ke‑54. Hasil ini menambah tiga poin bagi Persija, meningkatkan totalnya menjadi 36 poin dan mengukuhkan posisi ketiga dalam klasemen, selisih dua poin saja dari pemuncak klasemen.
PSM Makassar, yang sebelumnya berada di zona bahaya, berhasil mencatat kemenangan 1‑0 melawan Persita Tangerang di Stadion Andi Mattalatta. Gol tunggal yang dicetak oleh Aldo Barreto pada menit ke‑67 memberikan tim ini tiga poin tambahan, mengangkat total poin menjadi 18 poin dan menempatkan mereka di peringkat ke‑14, lima poin di atas ambang zona degradasi.
Berikut data singkat klasemen setelah pekan ke‑32: Persib Bandung – 38 poin (2‑0‑0); Persija Jakarta – 36 poin (2‑0‑0); PSM Makassar – 18 poin (5‑1‑2); zona degradasi kini menampung tiga tim terakhir dengan poin terendah 13, 12, dan 10. Angka-angka ini mencerminkan pergeseran signifikan setelah serangkaian pertandingan akhir musim.
Kata pelatih Persib, Robert René, “Kami memasuki fase krusial menjelang akhir musim, dan kemenangan malam ini membuktikan bahwa kerja keras di latihan dapat diterjemahkan menjadi hasil di lapangan. Kami tetap fokus pada konsistensi untuk menantang juara.”
Sementara itu, pelatih Persija, Mauricio Souza, menambahkan, “Derbi melawan Persib selalu menuntut mentalitas tinggi, dan kami berhasil mengeksekusi taktik dengan disiplin. Poin tiga ini penting untuk menjaga jarak dengan pemuncak.”
Manajer PSM Makassar, Rachmad Hidayat, menyatakan, “Kami sadar bahwa setiap poin sangat berharga di bagian bawah tabel. Kemenangan melawan Persita memberi kami ruang bernapas dan motivasi untuk mengamankan tempat di Liga 1 musim depan.”
Liga 1 musim 2025/2026 memang menunjukkan persaingan ketat, di mana tiga klub besar bersaing ketat untuk slot Liga Champions, sementara enam tim berjuang keras menghindari tiga tempat terakhir yang otomatis turun ke Liga 2. Perubahan poin yang cepat pada pekan‑pekan akhir sering kali menentukan nasib klub secara drastis.
Ke depan, Persib dan Persija akan menghadapi pertandingan melawan PSM Makassar dan Persebaya Surabaya dalam dua pekan terakhir, sementara PSM harus mengumpulkan poin melawan Bhayangkara FC untuk memastikan keamanan mereka. Semua mata kini tertuju pada bagaimana klub‑klub tersebut mengatur taktik dan performa untuk menutup musim dengan hasil terbaik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan