Media Kampung – 13 April 2026 | Klasemen Liga 1 2026 setelah pekan ke-27 menegaskan persaingan yang semakin sengit antara klub-klub papan atas, dengan selisih poin tipis di antara lima besar.
Persija Jakarta memimpin klasemen dengan 55 poin, mencatat 16 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 4 kekalahan serta selisih gol +28.
Di belakang Persija, Persebaya Surabaya menempati posisi kedua dengan 53 poin, hasil 15 kemenangan, 8 imbang, 4 kalah, dan selisih gol +24.
Posisi ketiga dipegang oleh Arema FC dengan 51 poin, diperoleh dari 14 kemenangan, 9 hasil imbang, serta 4 kekalahan, selisih gol +19.
Barito Putera menempati urutan keempat dengan 49 poin, mencatat 13 kemenangan, 10 imbang, 4 kalah, dan gol selisih +15.
Di tempat kelima, Bhayangkara FC mengumpulkan 48 poin, dengan catatan 13 kemenangan, 9 imbang, 5 kekalahan, serta selisih gol +13.
Seluruh lima tim tersebut berada dalam jarak lima poin, menandakan peluang perubahan posisi yang masih terbuka hingga akhir musim.
Di bawah lima besar, PSM Makassar berada di peringkat keenam dengan 46 poin, sementara PSIS Semarang menempati posisi ketujuh dengan 44 poin.
Persib Bandung, yang sebelumnya berada di puncak, kini turun ke peringkat kedelapan setelah mencatat tiga kekalahan beruntun, berakhir dengan 42 poin.
Data statistik menunjukkan rata-rata gol per pertandingan liga ini mencapai 2,68, menandakan tingginya intensitas serangan di babak akhir musim.
Top skor individu masih dipegang oleh striker Persija, Michael Ricketts, yang mencetak 14 gol hingga pekan ke-27.
Rekor assist terbanyak dimiliki oleh gelandang Persebaya, Ardi Supriatna, dengan 9 assist, berperan penting dalam keberhasilan serangan timnya.
Pelatih Persija, Thomas Doll, mengungkapkan kepuasannya atas konsistensi tim, “Kami berusaha menjaga performa tinggi, fokus pada setiap laga, dan tidak menganggap remeh lawan manapun.”
Sementara itu, pelatih Persebaya, Aji Santoso, menekankan pentingnya menjaga disiplin, “Kami harus tetap solid secara taktis dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.”
Penurunan Persib Bandung dipicu oleh cedera pemain kunci, yakni gelandang senior Dimas Drajad yang absen sejak pekan ke-24.
Keputusan wasit pada beberapa pertandingan pekan ke-27, termasuk penalti kontroversial pada laga Bhayangkara vs Barito Putera, menjadi perbincangan publik.
Secara geografis, klub-klub dari Pulau Jawa masih mendominasi posisi teratas, sementara tim-tim dari luar Pulau Jawa berjuang menembus lima besar.
Statistik kepemilikan bola menunjukkan rata-rata 54% untuk tim yang berada di peringkat empat besar, menandakan kontrol permainan yang lebih baik.
Dengan lima pertandingan tersisa, persaingan gelar masih terbuka; Persija harus mempertahankan selisih dua poin dari Persebaya untuk memastikan gelar.
Jadwal pekan 28 menampilkan tiga laga langsung antara tim papan atas: Persija vs Arema, Persebaya vs Barito Putera, serta Bhayangkara vs PSM.
Kondisi lapangan di beberapa stadion, terutama Stadion Gelora Bandung Lautan Asia, diperkirakan akan memengaruhi taktik tim dalam beberapa pertandingan mendatang.
Penggemar diharapkan memberikan dukungan maksimal, karena kehadiran suporter diyakini dapat meningkatkan performa tim di kandang.
Berita selanjutnya akan memperbaharui klasemen setelah pekan ke-28 selesai, dengan analisis lebih mendalam mengenai perubahan posisi dan peluang masing-masing klub.
| Peringkat | Klub | Poin | Men | Seri | Klg | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persija Jakarta | 55 | 16 | 7 | 4 | +28 |
| 2 | Persebaya Surabaya | 53 | 15 | 8 | 4 | +24 |
| 3 | Arema FC | 51 | 14 | 9 | 4 | +19 |
| 4 | Barito Putera | 49 | 13 | 10 | 4 | +15 |
| 5 | Bhayangkara FC | 48 | 13 | 9 | 5 | +13 |
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan