Media Kampung – Malut United mencatat kemenangan spektakuler 7-0 atas PSBS Biak, memutuskan tren lima laga tanpa poin dan menegaskan kebangkitan tim di BRI Super League.
Pertandingan pekan ke-30 digelar pada Selasa 28 April 2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, menampilkan duel antara Laskar Kie Raha dan tuan rumah PSBS Biak.
Sebelum laga ini, Malut United mengalami lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan, terdiri dari tiga kekalahan dan dua hasil imbang, menurunkan moral tim.
Skor akhir 7-0 menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah klub, dengan semua gol tercipta pada babak kedua setelah jeda istirahat.
Babak pertama berlangsung tanpa gol, meski kedua tim menciptakan peluang berulang kali; total 16 tembakan, namun hanya dua mengarah ke gawang.
Pelatih Hendri Susilo merubah formasi dan melakukan dua pergantian pemain pada jeda, menekankan perlunya agresivitas lebih tinggi di lini serang.
Perubahan taktik membuahkan gol pertama lewat David da Silva pada menit ke-51, membuka jalur serangan tim tamu.
Tak lama setelah itu, Septian David Maulana menambah keunggulan pada menit ke-58, diikuti Yakob Sayuri pada menit ke-60 yang memperlebar selisih.
Tyronne del Pino menambah gol pada menit ke-69, sementara David da Silva kembali mencetak gol kedua pada menit ke-79, menegaskan dominasi.
Frets Butuan menutup skor pada menit ke-90, dan Septian David Maulana menambahkan gol ke-8 pada tambahan waktu 90+8, mempertegas hasil akhir.
Sepanjang pertandingan, Malut United mencatat 30 tembakan, dengan 11 tepat sasaran, menunjukkan efektivitas serangan setelah perubahan taktik.
Hendri Susilo mengungkapkan, “Kami sempat buntu di babak pertama, namun perubahan formasi dan motivasi ruang ganti menggerakkan gol beruntun,” menegaskan peran taktis.
Gelandang Taufik Rustam menambahkan, “Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meraih hasil positif pada sisa pertandingan,” menyoroti semangat tim.
Dengan tiga poin tambahan, Malut United naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan total 49 poin, memperkuat peluang menghindari zona degradasi.
Tim kemudian berangkat ke Semarang untuk mempersiapkan laga berikutnya melawan Persis Solo pada 2 Mei 2026, menekankan efisiensi logistik.
Perubahan formasi yang diterapkan pada babak kedua meningkatkan intensitas serangan, memungkinkan pemain mengekspresikan kreativitas dan menembus pertahanan lawan secara konsisten.
Kemenangan ini membantu Malut United memutuskan paceklik, memberikan dorongan moral penting menjelang empat pertandingan terakhir musim.
Secara keseluruhan, performa impresif ini menegaskan bahwa tim siap bersaing di papan atas hingga akhir kompetisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan