Media Kampung – Pelatih berpengalaman Rahmad Darmawan menyiapkan strategi khusus untuk laga penentu Persipura melawan Persiku, menegaskan pentingnya penyesuaian taktik pada akhir musim.

Pertandingan dijadwalkan pada 30 September 2023 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, dan menjadi kesempatan terakhir kedua tim bersaing untuk mengamankan posisi aman di klasemen Liga 1.

Rahmad menekankan bahwa rotasi pemain dan pemilihan formasi 4‑3‑3 akan menjadi kunci mengendalikan tempo permainan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat Persiku.

Sebelumnya, Rahmad Darmawan pernah mencatatkan prestasi gemilang bersama Sriwijaya FC pada final Liga Indonesia 2007/2008, ketika timnya mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3‑1.

Laga final itu berlangsung pada 10 Februari 2008 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, dan menjadi sorotan karena duel sengit yang berakhir lewat perpanjangan waktu.

Gol penentu datang pada menit ke‑114 melalui tembakan jarak jauh Zah Rahan, yang memanfaatkan kelengahan kiper PSMS, Markus Haris Maulana, mengukir momen bersejarah bagi Sriwijaya.

Setelah sukses di Sriwijaya, Rahmad sempat memimpin Mitra Kukar pada musim 2018, namun timnya terdegradasi ke Liga 2 setelah menempati posisi ke‑16 dengan 39 poin.

Kegagalan tersebut menambah beban pengalaman Rahmad dalam mengelola tekanan kompetisi, menjadikannya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan taktis.

“Kami harus mengoptimalkan setiap menit pertandingan, memastikan pemain yang masuk dapat menambah nilai serangan maupun pertahanan,” ujar Rahmad dalam konferensi pers pra‑pertandingan.

Secara umum, Liga 1 2023 menampilkan persaingan ketat antara klub-klub tradisional dan pendatang baru, menuntut pelatih untuk selalu menyesuaikan strategi secara dinamis.

Persipura, yang masuk tiga poin dari lima pertandingan terakhir, berusaha memperbaiki catatan defensifnya yang kurang stabil.

Di sisi lain, Persiku berjuang menurunkan angka kebobolan setelah mengalami serangkaian kekalahan tipis dalam tiga pertemuan terakhir.

Rahmad berencana menurunkan pemain muda berpotensi tinggi pada posisi sayap kanan, sambil tetap mengandalkan veteran seperti Boaz Solossa untuk menjaga kreativitas lini serang.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis 2‑1 bagi Persipura, posisi mereka naik satu peringkat, sementara Persiku tetap berada di zona degradasi.

Kondisi terbaru menunjukkan Rahmad Darmawan terus mengevaluasi performa tim, menyiapkan skema baru untuk sisa dua pertandingan akhir musim guna memastikan Persipura tetap bersaing di zona aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.