Media Kampung – Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menyiapkan taktik khusus menjelang Derbi Jatim antara Persebaya Surabaya dan Arema FC yang akan digelar di Bali pada 28 April 2026.
Persebaya, yang belum menemukan konsistensi sejak Tavares mengambil alih pada Desember 2025, berupaya mengembalikan performa optimal menjelang laga penting tersebut.
Arema FC saat ini berada dalam kondisi puncak, mencatat tiga kemenangan beruntun dengan catatan clean sheet, termasuk mengamankan hasil imbang tanpa gol melawan Persib Bandung.
Kedua tim datang dengan latar belakang yang berbeda; Persebaya masih berjuang memperbaiki serangan, sementara Arema menonjolkan soliditas pertahanan.
Dalam pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya hanya mampu menahan imbang 1-1, yang menyebabkan pemecatan Eduardo Perez sebagai pelatih.
Setelah penunjukan Tavares, tim hijau muda berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Malut United, menandai sinyal kebangkitan awal.
Bernardo Tavares menegaskan pentingnya mentalitas juara, menyatakan, “Seluruh skuad sudah tak sabar untuk berjuang di Derbi Jatim dan kami akan menampilkan permainan yang agresif namun terorganisir.”
Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah memperbaiki transisi cepat dari pertahanan ke serangan, serta memanfaatkan kelemahan sayap lawan.
Statistik Liga 1 musim 2025/2026 menunjukkan Persebaya mencatatkan rata-rata penguasaan bola 48%, sementara Arema menguasai 55% dan mencatatkan 12 tembakan tepat sasaran dalam tiga laga terakhir.
Data tersebut menuntut Tavares untuk meningkatkan efektivitas penguasaan bola dan menurunkan risiko kebobolan.
Jadwal pertandingan menempatkan Derbi Jatim di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dengan kondisi lapangan yang cepat dan permukaan rumput sintetis.
Kondisi tersebut diprediksi menguntungkan tim yang mengandalkan permainan cepat dan pressing tinggi.
Untuk mengantisipasi itu, Tavares berencana menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan yang dapat menutup celah di tengah lapangan.
Pemain kunci seperti Adam Maulana dan Iqbal Maulana diharapkan menjadi ujung tombak serangan, didukung oleh sayap kanan dan kiri yang gesit.
Di sisi pertahanan, Tavares menaruh kepercayaan pada pasangan bek tengah, Yusup dan Dimas, yang harus menjaga jarak dan menghalau serangan balik Arema.
Arema FC, dipimpin oleh pelatih asal Indonesia, menekankan strategi bertahan zona dengan lima bek yang berkoordinasi ketat.
Tim asuhan Bernardo Tavares mengaku telah mempelajari pola serangan Arema yang mengandalkan serangan sayap dan umpan silang.
Selain taktik, Tavares menekankan pentingnya persiapan mental, mengingat pertandingan akan digelar tanpa penonton akibat kebijakan keamanan.
Ia menyatakan, “Ketiadaan suporter tidak mengurangi semangat kami; justru menjadi tantangan tambahan yang harus kami taklukkan dengan konsentrasi penuh.”
Berita terbaru menyebut bahwa kedatangan suporter virtual melalui platform digital akan memberikan dukungan moral bagi kedua tim.
Menjelang pertandingan, latihan intensif dijadwalkan pada Senin 27 April 2026, dengan fokus pada skema pressing tinggi dan variasi set-piece.
Jika Persebaya berhasil mengeksekusi rencana Tavares, peluang mereka untuk mengalahkan pertahanan Arema yang kokoh akan meningkat signifikan.
Namun, Arema tetap menjadi lawan yang berbahaya dengan catatan clean sheet dan kepercayaan diri yang tinggi.
Analisis akhir menilai bahwa Derbi Jatim kali ini akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan taktik dan mentalitas Bernardo Tavares dalam mengubah nasib Persebaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan