Media Kampung – Pisa dan Genoa akan berhadapan dalam laga Serie A pekan ke‑10 pada 22 September 2025 di Stadio Arena Garibaldi, Pisa, menjadi ujian berat bagi tim asuhan Oscar Hiljemark melawan strategi Daniele De Rossi.
Pisa saat ini berada di posisi ke‑12 dengan 12 poin dari lima pertandingan, sedangkan Genoa menempati peringkat ke‑8 dengan 15 poin, menandakan perbedaan kecil dalam ambisi mengamankan tempat aman di klasemen.
Rekor pertemuan langsung antara kedua tim mencatat tiga kemenangan Genoa, dua kemenangan Pisa, dan satu hasil imbang dalam enam laga terakhir, menunjukkan kompetisi yang cukup seimbang.
Di sisi Pisa, gelandang Oscar Hiljemark menjadi motor penggerak serangan, didukung oleh penyerang muda Alessandro Sabella yang mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir.
Genoa mengandalkan striker veteran Riccardo Zampagna, yang telah menorehkan empat gol musim ini, serta bek tengah veterannya Daniele Rugani yang memberi stabilitas pada lini pertahanan.
Oscar Hiljemark diperkirakan akan menerapkan formasi 4‑3‑3 dengan pressing tinggi, mengandalkan kecepatan sayap untuk mengeksploitasi ruang di sisi kanan lawan.
Daniele De Rossi, yang berperan sebagai pelatih teknis Genoa, lebih memilih formasi 3‑5‑2, menekankan kontrol tengah lapangan dan transisi cepat melalui sayap dalam serangan balik.
‘Kami harus bermain dengan disiplin dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,’ kata Hiljemark dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
‘Strategi kami adalah menahan tekanan awal dan menyerang saat lawan terbuka,’ ujar De Rossi menanggapi taktik lawan.
Pertandingan ini menjadi kunci bagi Pisa untuk menghindari zona degradasi, sementara Genoa berupaya menutup jarak dengan klub papan atas dan memperkuat posisi di zona Liga Champions.
Beberapa pemain kunci, seperti gelandang tengah Luca Bianchi dari Pisa dan winger Marco Ferri dari Genoa, masih dalam proses rehabilitasi, sehingga keduanya harus menyesuaikan susunan pemain.
Jika Pisa mampu mengeksekusi pressing agresif, mereka berpeluang mencuri tiga poin; namun jika Genoa berhasil mengendalikan tempo, hasil imbang atau kemenangan tipis bagi mereka lebih mungkin.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan