Media Kampung – 19 April 2026 | Kapten Johor Darul Ta’zim (JDT), Natxo Insa, melakukan aksi gotong tandu untuk menolong rekan Jairo da Silva yang terkapar setelah ditendang brutal oleh Ali Majrashi pada perempat final AFC Champions League Elite di King Abdullah Sports City, Jeddah, 17 April 2026. Aksi tersebut menjadi viral dan menimbulkan kontroversi.

JDT memulai pertandingan melawan Al‑Ahli dengan kepercayaan diri, mencetak gol pertama pada menit 19 lewat gol bunuh diri Ali Majrashi. Pada menit 37, Majrashi melakukan tendangan salto yang mengenai wajah Jairo, menyebabkan pemain itu pingsan di lapangan.

Wasit Jordan Adham Makhadmeh langsung mengeluarkan kartu merah kepada Majrashi karena pelanggaran berat. Kejadian ini membuat Al‑Ahli bermain dengan 10 pemain.

Melihat situasi medis lambat, Insa berlari ke sisi lapangan, merebut tandu dari petugas medis, dan mengantarkannya ke Jairo yang sudah mendapatkan perawatan pertama. Tindakan spontan itu memastikan evakuasi cepat ke rumah sakit Jeddah.

Namun wasit menilai Insa melanggar prosedur pertandingan dan memberi kartu kuning. Keputusan tersebut memicu protes keras dari suporter JDT di media sosial.

Pelatih JDT, Xisco Muñoz, dalam konferensi pers setelah laga menyatakan, “Prioritas utama kami adalah kesehatan Jairo; kami bersyukur ia sudah stabil di rumah sakit.” Ia juga menegaskan pentingnya solidaritas tim dalam situasi kritis.

Meskipun sempat unggul, JDT akhirnya kalah 1‑2 setelah Al‑Ahli menyamakan kedudukan pada menit 45+3 lewat gol Franck Kessie, lalu mengambil lead pada menit 55 lewat gol Galeno. Kemenangan itu mengirim Al‑Ahli ke semifinal melawan Vissel Kobe.

Selain Jairo, beberapa pemain JDT menerima kartu kuning karena frustrasi, dan tim medis dinilai terlalu lambat oleh pemain. Insiden tersebut menambah tekanan pada manajemen JDT untuk memperbaiki prosedur medis di masa depan.

Video Insa membawa tandu menjadi trending di Twitter dan Instagram, dengan ribuan komentar memuji keberaniannya. Sebagian kritikus menilai tindakan melanggar regulasi, tetapi mayoritas publik melihatnya sebagai contoh kepedulian sejati.

Perempat final ACL Elite ini merupakan bagian dari edisi 2025/2026 yang menampilkan klub‑klub Asia terbaik, dan penampilan JDT menunjukkan kemampuan kompetitif tim Malaysia meski masih belum berhasil menembus semifinal.

Jairo da Silva dirawat di rumah sakit King Faisal, kondisi stabil, diperkirakan akan pulih dalam beberapa minggu. Tim medis menyatakan tidak ada cedera kritis pada otak, namun pemain harus menjalani evaluasi lanjutan.

Insiden ini menyoroti pentingnya respons medis cepat dalam kompetisi tingkat tinggi serta menegaskan nilai sportivitas yang ditunjukkan oleh Natxo Insa. JDT kini fokus mempersiapkan diri untuk kompetisi domestik setelah kekalahan di Jeddah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.