Media Kampung – 17 April 2026 | Barcelona resmi tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 setelah kalah agregat 2-3 melawan Atletico Madrid, dan klub mengirim surat protes ke UEFA pada 17 April 2026.
Leg pertama perempat final yang digelar di Camp Nou berakhir dengan skor 0-2 untuk Barcelona, menciptakan defisit besar di babak pertama.
Dalam leg kedua di Stadion Metropolitano, Barcelona berhasil membalikkan hasil menjadi 2-1, namun selisih gol tetap memihak Atletico.
Akumulasi skor 2-3 menandai eliminasi Barcelona dari kompetisi, menghentikan harapan mereka melaju ke semifinal.
Setelah pertandingan berakhir, klub mengajukan protes resmi kepada UEFA, menilai adanya keputusan wasit yang tidak sesuai aturan.
“Barcelona telah mengajukan pengaduan kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan perempat final melawan Atletico Madrid,” bunyi pernyataan resmi klub.
Protes mencakup klaim bahwa penalti seharusnya diberikan kepada Dani Olmo pada leg kedua dan kartu merah untuk Pau Cubarsi serta Eric Garcia dianggap berlebihan.
Barcelona juga menyoroti kegagalan sistem VAR dalam mengintervensi insiden krusial, termasuk potensi pelanggaran tangan yang mengakibatkan peluang penalti.
Klub menilai akumulasi kesalahan tersebut menimbulkan kerugian signifikan secara sportiv dan finansial, termasuk kehilangan pendapatan pertandingan selanjutnya.
Surat protes tersebut juga mengajak UEFA untuk bekerja sama meningkatkan standar perwasitan agar lebih adil dan transparan.
Ini merupakan protes kedua yang diajukan Barcelona, setelah protes pertama yang diajukan usai leg pertama berujung penolakan UEFA.
UEFA sebelumnya menyatakan bahwa protes pertama “tidak dapat diterima” dan tidak memberikan peninjauan ulang.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menegaskan bahwa keputusan wasit, termasuk kartu merah dan tidak diberikannya penalti, merugikan klub secara material.
Pemain Raphinha secara terbuka menyebut hasil pertandingan sebagai “perampokan” dan menuntut keadilan melalui jalur resmi.
Insiden lain melibatkan penyerang Atletico, Alexander Sorloth, yang jatuh setelah tabrakan dengan bek Barcelona Eric Garcia pada leg kedua.
Dengan kemenangan agregat 3-2, Atletico Madrid melaju ke semifinal dan dijadwalkan berhadapan dengan Arsenal dari Liga Inggris.
Situasi ini mengingatkan pada musim sebelumnya, ketika Barcelona juga mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga melawan Inter Milan.
Hingga kini, UEFA belum mengeluarkan respons resmi terhadap protes kedua yang diajukan Barcelona.
Surat protes dikirim melalui email resmi klub kepada komite disiplin UEFA pada tanggal 17 April 2026.
Jika UEFA menolak protes tersebut, Barcelona menyatakan kesiapan melanjutkan langkah hukum untuk melindungi hak klub.
Para pendukung Blaugrana di media sosial menuntut penyelidikan mendalam atas keputusan wasit yang dianggap bias.
Kasus ini menimbulkan perdebatan luas mengenai standar perwasitan internasional dan peran VAR dalam kompetisi elit.
UEFA biasanya menilai protes berdasarkan regulasi kompetisi, dengan batas waktu pengajuan tiga hari setelah pertandingan.
Barcelona berharap proses ini dapat memperbaiki mekanisme peninjauan keputusan kritis pada masa mendatang.
Wasit Istvan Kovacs memimpin leg pertama, sedangkan Clement Turpin menjadi ofisial utama pada leg kedua.
Klub menegaskan bahwa Dani Olmo seharusnya diberikan penalti pada menit kritis leg kedua, yang dapat mengubah hasil agregat.
Kartu merah yang diberikan kepada Pau Cubarsi dan Eric Garcia dianggap tidak proporsional oleh pihak klub.
Gol Ferran Torres yang dianulir karena offside pada leg pertama, menurut Barcelona, seharusnya sah dan memberikan keunggulan.
Dengan menunggu keputusan UEFA, Barcelona tetap fokus pada kompetisi domestik dan persiapan musim depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






