Media Kampung – 15 April 2026 | Barcelona memasuki leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid dengan tekanan berat, mengingat defisit dua gol dari leg pertama dan fakta bahwa klub Catalan tidak lagi dianggap sebagai raja remontada di kancah Eropa.

Leg pertama yang digelar di Camp Nou pada 9 April 2026 berakhir dengan kemenangan 0-2 Atletico Madrid setelah gol cepat dari Antoine Griezmann dan gol balasan melalui tendangan penalti, memperparah keraguan publik terhadap kemampuan Blaugrana mengubah hasil di kandang lawan.

Patrice Evra, mantan bek kiri Manchester United dan timnas Prancis, menilai bahwa harapan Barcelona untuk comeback hanyalah ilusi, dengan tegas berkata, “Sudah saatnya para penggemar menghadapi kenyataan, ini bukan Barcelona tahun 2015, tim itu sudah tidak ada lagi”.

Meski begitu, pelatih baru Barcelona Hansi Flick tetap menegaskan keyakinannya pada kemampuan tim untuk bangkit, mengingat performa impresif dalam Liga Spanyol baru-baru ini, termasuk kemenangan 4-1 melawan Espanyol yang dianggap sebagai modal positif menjelang pertandingan di Madrid.

Namun, Atletico Madrid masuk ke leg kedua dengan catatan luar biasa di kandang, di mana mereka belum pernah kalah dalam 23 laga dua leg terakhir di kompetisi UEFA, dan taktik disiplin Diego Simeone yang menekankan pressing tinggi serta pertahanan rapat diprediksi menjadi tantangan utama bagi Barcelona.

Barcelona kini mengandalkan kecepatan Lamine Yamal dan kreativitas Ferran Torres, sementara tambahan pemain berpengalaman seperti Robert Lewandowski dan Marcus Rashford belum mampu menambah efektivitas serangan, terutama setelah kehilangan trio legendaris MSN (Messi, Suarez, Neymar) yang menjadi faktor penentu comeback di masa lalu.

Pada leg kedua yang berlangsung di Wanda Metropolitano pada 15 April 2026, Barcelona berhasil membuka keunggulan melalui gol cepat Lamine Yamal di menit keempat, diikuti penyama kedudukan oleh Ferran Torres, namun gol penentu Ademola Lookman pada akhir babak pertama mengubah arah pertandingan dan menambah tekanan pada pertahanan Barcelona yang kemudian kehilangan Eric García karena kartu merah pada menit ke-79.

Hasil akhir 2-1 untuk Barcelona tidak cukup untuk mengatasi defisit agregat, sehingga Atletico Madrid melaju ke semifinal dengan skor agregat 3-2, menandai kegagalan lagi bagi Barcelona dalam mengulang kisah remontada yang pernah memukau dunia sepak bola.

Keberangkatan Barcelona dari Liga Champions menegaskan bahwa era kejayaan Eropa mereka telah berakhir, memaksa klub untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada strategi, susunan pemain, dan mentalitas agar dapat kembali bersaing di level tertinggi pada musim-musim mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.