Media Kampung – 14 April 2026 | Lanus mengakhiri rentetan sembilan tahun tanpa kemenangan di kandang dengan mengalahkan Banfield 1-0 dalam Clasico del Sur pada 13 April 2026. Gol penentu dicetak oleh penyerang asal Kolombia, Yoshan Valois, pada menit ke-78 pertandingan di La Fortaleza.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, kedua tim menekan sejak peluit pertama. Lanus menunjukkan serangan awal melalui gerakan cepat Toto Salvio dan pergerakan cerdas Franco Watson, namun tidak berhasil menembus pertahanan Banfield.
Di babak pertama, Banfield sempat unggul lewat gol Mauro Méndez pada menit ke-40. Namun, setelah pemeriksaan VAR yang panjang, wasit Nicolás Ramírez memutuskan gol tersebut tidak sah karena posisi offside yang tipis.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain dan pelatih Banfield, yang menilai keputusan VAR terlalu keras. Pelatih Pedro Troglio mengganti beberapa pemain menjelang jeda untuk menambah dinamika tim.
Setelah jeda, Pelatih Mauricio Pellegrino menurunkan Marcelino Moreno dan menambahkan Yoshan Valois ke dalam formasi. Pergantian tersebut memberi dorongan energi pada serangan Lanus.
Di menit ke-42 babak kedua, Lucas Besozzi mengirimkan umpan silang akurat ke tengah kotak penalti. Valois menanduk bola dengan kepala kuat, menaklukkan kiper Banfield, Facundo Sanguinetti, dan mencetak gol kemenangan.
Gol Valois memicu sorakan euforia dari suporter Lanus yang menunggu lama untuk kemenangan di rumah. Tim Banfield berusaha mengejar ketertinggalan, namun serangan mereka terhalang oleh pertahanan lanjutan Lanus.
Statistik menunjukkan kepemilikan bola hampir seimbang, namun tembakan tepat sasaran Lanus lebih tinggi. Lanus menembak 8 kali ke gawang, sedangkan Banfield hanya 5 kali.
Pelatih Pedro Troglio mengakui bahwa keputusan VAR sangat memengaruhi momentum tim. “Kami kecewa dengan gol yang dibatalkan, namun kami harus tetap fokus,” ujarnya setelah pertandingan.
Di sisi lain, Mauricio Pellegrino memuji kebugaran dan semangat timnya. “Valois memberikan kualitas yang kami butuhkan di momen krusial,” katanya.
Susunan pemain Lanus pada pertandingan tersebut terdiri dari Nahuel Losada di gawang, lini belakang Tomás Guidara, Carlos Izquierdoz, José Canale, dan Sasha Marcich. Di lini tengah Agustín Medina, Agustín Cardozo, Matías Sepúlveda, Franco Watson, serta Eduardo Salvio sebagai penyerang utama.
Banfield menurunkan formasi dengan kiper Facundo Sanguinetti, bek Santiago López García, Danilo Arboleda, Nicolás Meriano, dan Sergio Vittor. Gelandang tengah diisi oleh Lautaro Villegas, David Zalazar, dan Mauro Méndez, sementara Luis Piñero menjadi penyerang tunggal.
Keputusan VAR yang menolak gol Banfield menjadi sorotan utama media sepakbola Argentina. Banyak analis menilai keputusan tersebut adil karena rekaman video menunjukkan posisi pemain Méndez berada di luar zona offside.
Setelah kemenangan ini, Lanus naik satu posisi pada klasemen Liga Profesional Argentina, menempati peringkat keempat dengan 27 poin. Banfield tetap berada di posisi kelima dengan 25 poin.
Kemenangan ini memberikan dorongan moral bagi Lanus menjelang pertandingan selanjutnya melawan Gimnasia La Plata. Tim berharap dapat mempertahankan performa ofensif yang ditunjukkan oleh Valois.
Banfield, sebaliknya, harus memperbaiki pertahanan dan mengoptimalkan peluang yang masih terbatas. Pelatih Troglio mengumumkan bahwa ia akan mengkaji taktik serangan agar tidak lagi bergantung pada satu gol saja.
Statistik individual menunjukkan Yoshan Valois mencatatkan satu gol dan satu tembakan tepat sasaran, sementara Mauro Méndez mencatatkan satu gol yang dibatalkan dan tiga tembakan ke gawang.
Pertandingan juga menampilkan performa impresif dari Marcelino Moreno yang menguasai lini tengah. Ia mencatatkan lima umpan kunci yang membantu mengalirkan bola ke sisi kanan.
Suasana di La Fortaleza terasa tegang hingga gol Valois tercipta. Suporter Banfield berusaha mendukung timnya, namun sorakan Lanus semakin keras setelah gol tercipta.
Keputusan VAR tersebut menjadi bahan perdebatan di antara para pengamat mengenai konsistensi penggunaan teknologi dalam sepakbola Argentina. Beberapa pihak menuntut standar yang lebih jelas untuk menghindari kontroversi serupa.
Dengan kemenangan ini, Lanus memutus rekor buruk mereka yang tidak pernah menang di kandang melawan Banfield selama sembilan tahun terakhir. Rekor tersebut sebelumnya mencatatkan 12 kali kekalahan dan 5 kali seri.
Keberhasilan Lanus juga mencerminkan keberhasilan strategi pelatih Pellegrino dalam memanfaatkan pemain muda. Valois, yang baru bergabung pada musim ini, langsung membuktikan kualitasnya.
Banfield berencana melakukan evaluasi mendalam pada taktik defensif mereka. Tim teknis mengidentifikasi kebutuhan untuk menambah kecepatan pada lini belakang.
Secara keseluruhan, pertandingan Clasico del Sur ini menegaskan betapa pentingnya keputusan VAR dalam menentukan hasil akhir. Kedua tim harus belajar mengelola tekanan dalam situasi kritis.
Kondisi terbaru menunjukkan Lanus sedang mempersiapkan diri untuk laga berikutnya melawan Central Córdoba. Sementara Banfield akan mengunjungi Velez Sarsfield pada pekan depan.
Dengan semangat baru, Lanus berharap dapat memperpanjang seri kemenangan mereka dan mengamankan posisi teratas klasemen. Banfield, di sisi lain, bertekad memperbaiki performa dan kembali bersaing di puncak tabel.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






