Media Kampung – 13 April 2026 | Madura United berhasil keluar zona degradasi BRI Super League 2025/2026 setelah mengalahkan Persik Kediri 2-1 pada laga pekan ke-27 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu 11 April 2026.

Kemenangan tiga poin tersebut memutuskan rentetan 11 laga tanpa kemenangan tim asuhan pelatih interim Rahmad Basuki.

Gol pertama dicetak oleh Fransiskus Alesandro pada menit ke-34 setelah menerima umpan terobosan dari Sandro, memberikan keunggulan awal bagi Laskar Sape Kerrap.

Riquelme Sousa menambah keunggulan pada menit ke-73 lewat tendangan silang yang diolah menjadi tembakan tepat ke sudut kanan gawang Persik.

Persik Kediri menyamakan kedudukan lewat Rendi Sanjaya pada menit ke-62 setelah memanfaatkan kekosongan di area penalti setelah tekanan Madura United.

Gol tersebut sempat mengembalikan tensi pertandingan menjadi seimbang sebelum Madura kembali menguasai tempo.

‘Dengan kemenangan ini, kami pasti dapat menghindari zona merah,’ ujar Rahmad Basuki usai peluit akhir.

Ia menambahkan bahwa tim akan terus memperbaiki konsistensi pertahanan untuk mengamankan poin selanjutnya.

Setelah pertandingan, Madura United naik ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan total 23 poin dari 27 laga.

Posisi tersebut mengangkat mereka satu tempat di atas zona degradasi yang kini menempati peringkat ke-16.

Sebelum laga ini, Laskar Sape Kerrap gagal mencatat kemenangan selama 11 pertandingan berturut-turut, termasuk 10 kali seri atau kalah.

Kekalahan beruntun tersebut memicu tekanan pada manajemen klub untuk mencari solusi teknis.

Rahmad Basuki ditunjuk sebagai pelatih interim menggantikan Carlos Parreira yang dipecat pada Maret 2026 setelah hasil buruk.

Basuki, mantan asisten pelatih, mengadopsi sistem serangan balik cepat untuk memanfaatkan kecepatan sayap.

Tim Madura United mengandalkan formasi 4-3-3 dengan peran aktif sandero dalam transisi menyerang, terbukti efektif dalam menciptakan peluang pada menit 30-an.

Tekanan tinggi pada lini pertahanan Persik membuat mereka kesulitan menahan serangan cepat.

Persik Kediri mencatat 47 kebobolan hingga pekan ke-27, menjadikannya tim dengan pertahanan terlemah di liga.

Upaya restrukturisasi lini belakang dengan kedatangan Hamra Hehanusa dan Rezaldi Hehanusa belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Kekalahan ini menahan Persik pada peringkat ke-12 dengan 30 poin, masih jauh dari zona aman yang menuntut minimal 40 poin.

Mereka harus mengumpulkan poin penting dalam tujuh pertandingan tersisa untuk menghindari ancaman degradasi.

Fransiskus Alesandro tampil impresif, mencetak gol pembuka dan berperan dalam pergerakan serangan.

Riquelme Sousa, pemain asing asal Brasil, menjadi penentu kemenangan dengan gol kedua serta kontribusi assist.

Suasana Stadion Gelora Bangkalan dipenuhi dukungan suporter Laskar Sape Kerrap yang menyanyikan lagu klub sepanjang pertandingan.

Sorakan penonton memberi energi tambahan bagi pemain dalam fase krusial menjelang jeda.

Kemenangan ini menambah tekanan pada tim-tim yang masih berada di zona degradasi, khususnya Borneo FC dan PSIS yang bersaing untuk menghindari turun.

Pertarungan poin di papan tengah menjadi semakin sengit menjelang putaran akhir musim.

Madura United menargetkan minimal tiga poin dalam lima laga berikutnya untuk memastikan posisi aman jauh dari zona merah.

Jadwal selanjutnya meliputi pertemuan melawan PSM Makassar dan Persis Solo, dua lawan yang memiliki pertahanan solid.

Tidak ada cedera serius yang dilaporkan pada pemain inti setelah laga, sehingga skuad dapat melanjutkan persiapan tanpa hambatan.

Namun pelatih tetap menekankan pentingnya rotasi agar kebugaran tetap terjaga menjelang fase penutup.

Pengamat sepak bola lokal menilai kemenangan ini sebagai titik balik bagi Madura United setelah masa sulit yang berlangsung hampir tiga bulan.

Mereka memuji keputusan taktis Basuki yang berhasil memanfaatkan kecepatan pemain sayap.

Dengan tiga poin tambahan, Madura United kini berada dalam zona aman dan dapat mengalihkan fokus pada perbaikan performa menyerang.

Sementara Persik Kediri harus segera memperbaiki lini pertahanan untuk tetap bersaing di tengah klasemen.

Pertandingan ini menegaskan bahwa konsistensi dan mental juara dapat mengubah nasib tim di tengah kompetisi ketat BRI Super League 2025/2026.

Para pendukung berharap Laskar Sape Kerrap dapat terus menambah prestasi di sisa musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.