Media Kampung – Rangers harus menerima kekalahan 2-1 dari Jagiellonia Bialystok dalam laga leg pertama kualifikasi ketiga Liga Europa yang berlangsung di Polandia. Pelatih baru Rangers, Derek McInnes, menyatakan bahwa timnya mengalahkan diri sendiri akibat kesalahan pertahanan yang berujung pada kekalahan tersebut.
Rangers memulai pertandingan dengan sangat baik setelah mendapat keuntungan dari gol bunuh diri pemain lawan, Guilherme Montoia, pada menit keempat. Namun, keunggulan dini ini tidak bertahan lama karena Jagiellonia mampu membalas dengan dua gol cepat dari Kajetan Szmyt pada menit ke-13 dan ke-21. Gol-gol tersebut terjadi akibat kelengahan dan kesalahan pertahanan yang dialami Rangers.
McInnes menyampaikan kepada RangersTV bahwa timnya memiliki momen-momen positif di awal pertandingan dan melakukan apa yang telah direncanakan, tetapi kesalahan ganda dalam bertahan membuat kendali pertandingan lepas dari tangan mereka. Ia menegaskan bahwa timnya terlalu rumit dalam bermain setelah periode awal yang sederhana dan efektif, sehingga menyebabkan kekalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Situasi ini mendapat sorotan tajam dari media internasional yang menyebut kondisi tim Rangers saat ini seperti sebuah ‘lokasi konstruksi besar’, mengacu pada proses pembangunan kembali tim yang sedang berlangsung. Kekalahan ini memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi Rangers untuk melaju ke babak playoff Liga Europa. Skuad asuhan McInnes harus memperbaiki performa bertahan mereka saat menghadapi laga leg kedua di Ibrox.
Setelah turun minum, Rangers mencoba meningkatkan serangan dengan memasukkan beberapa pemain baru, termasuk Nicolas Raski yang kembali dari Piala Dunia. Namun, peluang yang tercipta tidak berhasil dimaksimalkan, meskipun ada kesempatan emas ketika pemain pengganti Findlay Curtis membentur mistar gawang.
Kekalahan ini menandai dua pertandingan tanpa kemenangan bagi Rangers di bawah arahan McInnes, yang tengah fokus membangun tim yang kompetitif. Para pengamat dan pendukung kini menantikan perubahan signifikan dalam pertahanan dan efektivitas serangan untuk menghadapi tantangan berikutnya di kompetisi Eropa dan domestik.















Tinggalkan Balasan