Media Kampung – Dunia sepak bola Italia berduka. Igor Protti, mantan penyerang yang dikenal sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah yang berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di tiga divisi berbeda, meninggal dunia pada usia 58 tahun setelah berjuang melawan kanker usus besar yang menyebar ke tulang belakang. Keluarganya mengumumkan kepergiannya melalui media sosial, menyertakan pesan terakhir Protti yang menyebut bahwa perjalanannya telah mencapai peluit akhir.

Protti memulai kariernya di Rimini, kemudian pindah ke Messina selama tiga tahun sebelum bergabung dengan Bari. Di klub tersebut, ia mencatatkan namanya dalam buku sejarah Serie A sebagai satu-satunya pemain dari tim yang terdegradasi yang menjadi top skor liga, tepatnya pada musim 1995-1996 dengan 24 gol, berbagi gelar dengan Giuseppe Signori dari Lazio. Prestasi itu membuatnya direkrut Lazio, di mana ia memenangkan trofi Supercoppa Italiana pada 1998. Setelah itu, ia bermain untuk Napoli, Reggiana, dan kemudian kembali ke Livorno, klub yang membawanya naik dari Serie C1 ke Serie A bersama duetnya dengan Cristiano Lucarelli.

Kepergian Protti meninggalkan duka mendalam bagi rekan setim, mantan lawan, dan para penggemar. Klub Lecce, yang pernah menjadi rival sengit Bari dalam derbi Apulia, memberikan penghormatan melalui media sosial dengan menyebut Protti sebagai lawan yang adil dan protagonis yang tak terlupakan. Ucapan dari Lecce mendapat sambutan hangat dari suporter Bari, yang berterima kasih atas sikap sportif tersebut. Banyak komentar dari fans Bari yang menyebut Protti sebagai pribadi rendah hati, seorang juara, dan legenda baik sebagai manusia maupun pemain.

Sandro Tovalieri, mantan duet emas Protti di Bari, mengungkapkan kesedihannya di media sosial dengan menyebut Protti sebagai kakak dan teladan hidup. Walter Mazzarri, pelatih yang membawa Livorno promosi ke Serie A bersama Protti, juga memberikan penghormatan dengan suara bergetar, mengingat persahabatan mereka yang melampaui hubungan pelatih-pemain. Mantan rekan setim lainnya seperti Massimiliano Allegri, Alessandro Lucarelli, dan Marco Amelia turut hadir di ruang perpisahan di Cecina.

Prestasi unik Protti sebagai raja gol di tiga divisi (Serie A, Serie B, dan Serie C1) menjadikannya legenda yang tak tergantikan. Sepanjang kariernya, ia selalu dihormati, bahkan oleh lawan-lawannya. Ia meninggalkan pesan perpisahan yang menyentuh, mengucapkan terima kasih kepada keluarga, teman, dan suporter, serta berharap ini hanya sampai jumpa, bukan selamat tinggal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.