Media Kampung – RC Lens berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar perdana Piala Prancis usai mengalahkan OGC Nice dengan skor 3-1 pada final yang digelar di Stade de France, Paris, Jumat malam waktu setempat.

Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Lens, yang sebelumnya belum pernah menjuarai ajang ini meski sudah tiga kali tampil di final pada tahun 1948, 1975, dan 1998. Pada pertandingan final kali ini, gol dari Florian Thauvin, Odsonne Edouard, dan Abdallah Sima memastikan kemenangan tim berjuluk Sang et Or.

Lens langsung tampil agresif sejak awal laga dan membuka keunggulan pada menit ke-25. Florian Thauvin memanfaatkan umpan silang Matthieu Udol untuk mencetak gol pertama dengan sepakan kaki kiri yang terukur, membawa Lens unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Lens menggandakan keunggulan melalui sundulan tajam Odsonne Edouard hasil dari tendangan sudut Thauvin pada menit ke-42. Meski demikian, OGC Nice sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol sundulan Djibril Coulibaly di masa tambahan waktu babak pertama, yang membuat skor menjadi 2-1.

Babak kedua berjalan dengan tekanan dari Nice yang berusaha mengejar ketertinggalan. Mereka sempat nyaris menyamakan skor melalui sundulan Antoine Mendy, namun bola hanya membentur tiang gawang Lens. Momentum itu justru dimanfaatkan Lens untuk memperlebar jarak pada menit ke-78 lewat gol Abdallah Sima yang memanfaatkan bola liar di kotak penalti setelah melakukan perebutan bola dengan dua bek Nice.

Kemenangan ini disambut meriah oleh sekitar 50 ribu pendukung Lens yang hadir di stadion. Selain menjadi gelar pertama mereka di Piala Prancis, trofi ini menutup musim yang gemilang bagi klub asal wilayah utara Prancis tersebut. Lens juga finis sebagai runner-up Ligue 1 musim ini, posisi terbaik mereka sejak terakhir kali meraih gelar liga pada 1998.

Kemenangan Lens juga berdampak pada kompetisi Eropa musim depan. Karena Lens sudah memastikan tiket Liga Champions melalui peringkat liga, posisi yang biasanya diberikan kepada juara Piala Prancis untuk Liga Europa kini dialihkan ke klub lain, memberi keuntungan bagi Stade Rennais dan AS Monaco dalam kualifikasi kompetisi Eropa.

Sementara itu, kekalahan membuat OGC Nice harus menghadapi babak playoff degradasi melawan klub Ligue 2, St Etienne. Kekecewaan Nice bertambah karena ini adalah final Piala Prancis kedua mereka dalam beberapa tahun terakhir yang berakhir tanpa gelar.

Kemenangan Lens juga menarik perhatian publik dan media, terbukti dengan tingginya jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan final ini di televisi dengan lebih dari 4 juta penonton, jauh melampaui final musim sebelumnya yang melibatkan Paris Saint-Germain.

Dengan keberhasilan ini, RC Lens menegaskan posisinya sebagai salah satu klub yang sedang naik daun di kancah sepak bola Prancis, sekaligus menutup musim dengan pencapaian gemilang yang layak dirayakan para penggemar setianya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.