Media Kampung – Perseteruan antara Florentino Pérez dan Joan Laporta kembali memanas menyusul pernyataan keras dari presiden FC Barcelona tersebut terhadap pengurus Real Madrid. Laporta menuding Pérez memanfaatkan isu kontroversial untuk menutupi kegagalan klubnya dalam dua tahun terakhir, sekaligus menyanggah tudingan terkait kasus Negreira yang menyeret Barcelona.
Dalam acara Koeman Cup pada Jumat (22/5/2026), Joan Laporta secara tegas menyebut bahwa seluruh kabar mengenai kasus Negreira hanyalah kebohongan yang sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian dari ketidakberhasilan Real Madrid meraih gelar juara. “Mereka menggunakan Barcelona sebagai kambing hitam untuk menutupi kegagalan mereka,” ujar Laporta. Ia menambahkan bahwa klubnya justru sedang menikmati periode kemenangan dengan meraih dua gelar liga berturut-turut, dua Piala Super Spanyol, dan satu Copa del Rey.
Pernyataan Laporta ini merespons konferensi pers Florentino Pérez yang penuh dengan kritik kepada lawan-lawannya, termasuk Barcelona, terkait kasus Negreira. Presiden Real Madrid tersebut tak segan menyerang berbagai pihak yang dianggap menjadi ancaman bagi klubnya, namun langkah tersebut justru memicu balasan keras dari kubu Barca.
Joan Laporta juga menyampaikan bahwa Barcelona tengah menelaah pernyataan Florentino Pérez untuk mengambil langkah resmi dalam merespons tuduhan yang dianggapnya tidak berdasar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan antara dua raksasa sepak bola Spanyol ini belum mereda dan masih berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Situasi ini terjadi di tengah dinamika politik internal Real Madrid, di mana Florentino Pérez menghadapi tantangan dari Enrique Riquelme dalam pemilihan presiden klub yang dapat mempengaruhi arah masa depan Los Blancos, termasuk rencana kedatangan pelatih José Mourinho yang kini tertunda akibat ketidakpastian kepemimpinan.
Ketegangan antara Barcelona dan Real Madrid selalu menjadi sorotan publik, dan pernyataan terbaru dari Joan Laporta terhadap Florentino Pérez menegaskan bahwa rivalitas kedua klub tersebut tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga dalam ranah politik dan manajemen klub. Para penggemar dan pengamat sepak bola kini menantikan bagaimana kedua belah pihak akan menanggapi situasi ini ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan