Media Kampung – PP PBVSI resmi mengumumkan pemanggilan 16 pemain timnas voli putra Indonesia yang akan mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) mulai tanggal 21 Mei 2026 di Padepokan Voli Jenderal Kunarto Sentul. Persiapan ini difokuskan untuk menghadapi dua kompetisi internasional utama, yaitu AVC Nation Cup 2026 dan SEA V League 2026.

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menyampaikan bahwa pelatnas tim putra dijadwalkan mulai lebih lambat dibandingkan tim putri yang telah memulai latihan sejak 4 Mei. Hal ini disebabkan perbedaan jadwal pertandingan, di mana tim putri akan berlaga pada AVC Nation Cup pada 6 Juni, sedangkan tim putra bertanding pada 20 Juni.

Loudry menjelaskan bahwa pelatih asing tim putra mengambil kebijakan langsung menetapkan pemain inti tanpa melakukan seleksi terbuka selama pelatnas. Hal ini didasarkan pada kompetisi Proliga yang dianggap sudah menjadi ajang seleksi alami bagi para pemain. Meski pelatih hanya menginginkan 14 pemain, PP PBVSI memanggil 16 atlet untuk menjaga keadilan dan sebagai antisipasi jika terjadi cedera selama pelatnas.

Di sisi lain, pelatih tim putri, Marcos, menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman setelah kehilangan pemain andalan Megawati yang mengundurkan diri. Ia ingin mencetak pemain baru yang mampu mengisi posisi tersebut. Sementara pelatih tim putra, Sergio, yang berasal dari negara yang sama dengan Marcos, mengusung konsep latihan serupa dengan fokus pada penguatan fisik dan kerja sama tim.

Kedua pelatih sepakat bahwa kondisi fisik para pemain sudah terbentuk dengan baik melalui kompetisi yang telah dijalani. Oleh karena itu, program pelatnas lebih diarahkan pada pemeliharaan kondisi fisik dan pemulihan agar siap tampil maksimal saat turnamen.

Target yang dipasang oleh wakil kepala bidang pembinaan dan prestasi adalah peningkatan peringkat tim putri dari posisi kelima ke posisi empat, sementara tim putra diharapkan tidak turun dari peringkat enam. Hal ini menunjukkan fokus PBVSI untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas timnas voli Indonesia di kancah internasional.

Beberapa nama pemain yang dipanggil kembali ke timnas antara lain Nizar Zulfikar yang menunjukkan performa dominan sebagai pemain utama Bhayangkara di ACC Champions League dan Proliga. Selain itu, setter muda Alvin dipertahankan karena kemampuannya menggantikan peran dua tosser senior, Nizar dan Dio. Gessen juga termasuk dalam daftar karena memiliki kemampuan yang cukup baik di posisi setter.

Loudry juga menyebutkan bahwa persaingan voli di Asia Tenggara bersifat siklus, di mana Indonesia dan Thailand bergantian mendominasi selama satu dekade. Saat ini Indonesia tengah dalam masa transisi dengan kehadiran pemain senior seperti Rivan dan Nizar, sementara Thailand tengah memiliki generasi muda yang kuat. PBVSI bertekad agar Indonesia tidak tertinggal dan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Filipina yang juga memiliki tim yang kompetitif.

Pelatnas ini menjadi langkah penting bagi timnas voli putra dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan di kompetisi mendatang. Dengan latihan yang dimulai pada 21 Mei, para pemain diharapkan mampu menjaga performa dan meningkatkan sinergi agar dapat tampil optimal di ajang internasional yang akan datang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.