Media KampungJoão Mário menjadi pahlawan bagi AEK Athena saat mereka meraih gelar juara Liga Super Yunani ke-14 setelah kemenangan dramatis atas Panathinaikos pada laga krusial di Athena.

Dalam babak playoff mini-liga yang mempertemukan empat tim teratas, AEK yang memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin menghadapi tekanan berat pada pertandingan terakhir melawan Panathinaikos. Tim tuan rumah sempat tertinggal setelah gol Andres Tetteh pada menit ke-62 dan kabar mengenai Olympiacos yang memimpin atas PAOK membuat posisi AEK terancam.

Namun, AEK berhasil membalikkan keadaan berkat dua pemain pengganti, salah satunya adalah João Mário. Gelandang berpengalaman asal Portugal itu masuk pada menit ke-85 dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-93. Gol tersebut lahir dari umpan sundulan Luka Jović, mantan pemain Benfica, yang langsung diselesaikan João Mário dengan tendangan kaki kanan ke sudut gawang.

Kemenangan ini sekaligus memastikan AEK menjauh dengan keunggulan delapan poin, sehingga gelar juara kembali ke tangan mereka setelah terakhir kali diraih pada tahun 2023. João Mário pun meraih gelar liga ketiganya di klub berbeda setelah sebelumnya menjuarai liga Portugal bersama Sporting dan Benfica.

Selain João Mário, pemain Portugal lain di AEK, Felipe Relvas, juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai trofi pertamanya. Bek berusia 26 tahun tersebut telah menjadi bagian penting dengan tampil dalam 26 dari 30 pertandingan musim ini.

AEK Athena kini mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan di sepak bola Yunani dengan tiga gelar dalam delapan tahun terakhir, mengakhiri masa 24 tahun tanpa juara setelah era kejayaan awal 1990-an.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.