Media Kampung – Shayne Pattynama mengkritik taktik Persija Jakarta menjelang laga besar melawan Persib Bandung pada 10 Mei 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemain sayap kiri menilai tim harus mengendalikan ritme permainan agar dapat mengamankan tiga poin.

Pada Senin 4 Mei 2026, Persija menang 2-0 atas Persijap Jepara di Stadion Utama, dengan gol Rayhan Hannan pada menit ke‑64 dan Gustavo Almeida pada injury time. Kemenangan itu meningkatkan poin Persija menjadi 65 dan menempatkannya di posisi tiga klasemen sementara.

Shayne Pattynama melakukan debut sebagai starter dalam pertandingan tersebut, mengisi 79 menit dan membantu menjaga clean sheet. Penampilannya solid, namun ia menilai performa tim belum optimal.

“Setelah unggul 1‑0, kami tidak memainkan permainan kami sendiri. Terlalu banyak duel, terlalu banyak pertarungan,” ujarnya kepada media sosial resmi tim. “Kami seharusnya bisa lebih menjaga kontrol dan tetap memainkan gaya kami,” tambahnya.

Meski mengkritik, Shayne mengapresiasi hasil positif: “Secara keseluruhan ada banyak hal positif. Kami meraih tiga poin dan clean sheet, itu bagus,” katanya dalam wawancara singkat.

League 1 2025/2026 memasuki putaran ke‑32, dan pertemuan Persija vs Persib diprediksi menjadi penentu dalam perebutan gelar. Kedua tim berada di puncak klasemen, Persib memimpin dengan 72 poin, selisih tujuh poin dari Persija.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, tetap memuji usaha tim meski mengakui laga tidak mudah. Ia menekankan pentingnya perbaikan taktik dan disiplin untuk menghadapi tekanan rival klasik.

Jakmania menantikan pertarungan di GBK, mengingat rivalitas yang sudah lama memanas antara Macan Kemayoran dan Maung Bandung. Suasana diperkirakan panas, dengan dukungan suporter yang melimpah di tribun rumah.

Shayne menekankan bahwa kontrol permainan harus dimulai dari lini tengah, mengurangi duel berlebih, dan memanfaatkan kecepatan sayap kanan serta kiri. Ia percaya bahwa konsistensi gaya bermain akan membuka peluang serangan lebih efektif.

Statistik Persija musim ini menunjukkan rata‑rata penguasaan bola 58 % dan 14 tembakan per pertandingan, sementara Persib mencatat 62 % penguasaan dan 16 tembakan. Kedua tim sama‑sama unggul dalam pertahanan, masing‑masing hanya kebobolan 0,9 gol per laga.

Latihan intensif menjelang pertandingan berlangsung pada Kamis 8 Mei, dengan fokus pada pergerakan bola cepat dan transisi defensif. Shayne dilaporkan berperan aktif dalam mengarahkan rekan satu tim pada sesi taktik.

Jika Persija berhasil mengamankan tiga poin, peluang mereka mengejar puncak klasemen akan meningkat signifikan. Hingga kini, tim masih menyiapkan strategi akhir menjelang konfrontasi besar pada 10 Mei di GBK.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.