Media Kampung – Indonesia menjadi tuan rumah SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) di Bali pada 3-4 Mei 2026, menandai langkah strategis dalam bidang pemuda dan olahraga di kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama menpora dari seluruh negara ASEAN, termasuk Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Timor-Leste, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa sektor pemuda dan olahraga memegang peran penting dalam menghadapi tantangan global serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi jangka panjang.
Ia menuturkan, “Negara-negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan bersama dalam mengembangkan sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga yang berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan sosial, teknologi, dan global yang pesat.”
Acara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum dialog, melainkan juga sebagai platform kolaborasi untuk pertukaran pengalaman kebijakan antar negara.
“Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara ini, tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran bersama melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas nasional masing-masing,” tambahnya.
Hasil konkret SEAMMYS 2026 adalah terbentuknya Deklarasi Bali, dokumen yang memuat enam poin kesepakatan strategis yang disetujui oleh semua negara peserta.
Poin pertama menegaskan peran olahraga sebagai sarana mempromosikan perdamaian, persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, dan kesehatan masyarakat, sekaligus meningkatkan visibilitas internasional Asia Tenggara.
Poin kedua menyoroti kebutuhan memperkuat sistem olahraga berprestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, kepelatihan, ilmu keolahragaan, serta identifikasi bakat, sekaligus menegaskan relevansi ajang multi‑cabang seperti SEA Games.
Poin ketiga mengajak negara‑negara anggota untuk menjajaki pendekatan kolaboratif dan berbagi informasi dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional besar, guna meningkatkan kapasitas dan kerja sama regional.
Poin keempat menegaskan kembali nilai partisipasi dalam olahraga sebagai fondasi pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, dan promosi toleransi, rasa hormat, serta inklusi sosial.
Poin kelima menekankan pemberdayaan pemuda melalui penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan, sehingga generasi muda dapat berkontribusi pada perdamaian, toleransi, dan pembangunan berkelanjutan.
Poin keenam mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan masa depan dan inovasi, serta menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk yang rentan, melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis di era digital.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan nasional masing‑masing negara, serta memicu program bersama yang melibatkan pelatihan, kompetisi, dan proyek sosial berbasis olahraga.
Selama dua hari pertemuan, delegasi meninjau fasilitas olahraga di Bali, berdiskusi tentang strategi pengembangan infrastruktur, dan mengevaluasi tantangan dalam penyelenggaraan SEA Games berikutnya.
Keberhasilan SEAMMYS 2026 menegaskan peran Indonesia sebagai fasilitator dialog konstruktif di ASEAN, sekaligus memperkuat posisinya dalam arena sport diplomacy regional.
Para pejabat menekankan bahwa implementasi Deklarasi Bali akan dimonitor melalui mekanisme kerja sama antar kementerian, dengan laporan tahunan yang akan dipresentasikan pada pertemuan ASEAN selanjutnya.
Dengan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, agenda ini diharapkan mempercepat terciptanya ekosistem olahraga yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Langkah strategis ini juga selaras dengan visi Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai alat pemersatu dan pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan.
Seiring berjalannya waktu, para pemuda ASEAN diharapkan dapat merasakan manfaat konkret dari program pertukaran atletik, beasiswa olahraga, dan kamp pelatihan lintas negara yang direncanakan.
Penguatan jaringan ini diyakini akan meningkatkan kualitas atlet Indonesia di panggung internasional, sekaligus memperluas kesempatan bagi negara‑negara tetangga untuk bersaing secara sehat.
SEAMMYS 2026 menutup dengan komitmen bersama untuk melaksanakan enam poin kesepakatan, menandai babak baru dalam kolaborasi pemuda‑olahraga ASEAN yang lebih terintegrasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan