Media Kampung – David Benavidez mencatat prestasi bersejarah dengan mengangkat sabuk juara dunia WBA dan WBO kelas penjelajah (cruiserweight) setelah mengalahkan Gilberto Ramirez secara knockout.
Pertarungan yang berlangsung pada hari Rabu malam di Hard Rock Hotel & Casino, Las Vegas, berakhir dalam ronde ketiga ketika Benavidez menumpuk pukulan kanan kiri yang membuat Ramirez terkapar.
Kemenangan ini menegaskan kelas berat 90,7 kilogram Benavidez, yang kini resmi memegang dua gelar utama dalam divisi cruiserweight.
Dengan catatan profesional 30 kemenangan, 1 kali kalah, dan 23 kali knockout, Benavidez menambah satu babak lagi dalam kariernya yang terus menanjak.
Sesaat setelah mengumumkan kemenangan, petinju asal Amerika Serikat itu mengirimkan tantangan terbuka kepada juara kelas menengah Canelo Álvarez dan juara kelas berat ringan Dmitry Bivol.
"Saya ingin menguji diri melawan yang terbaik di dunia, baik di kelas menengah maupun kelas berat ringan," ujar Benavidez dalam konferensi pers, menegaskan keinginannya untuk mengukir sejarah lebih lanjut.
Pihak manajemen Canelo belum memberikan komentar resmi, namun sumber dari mediakampung.com mengindikasikan bahwa tim Canelo sedang meninjau tawaran tersebut.
Dmitry Bivol, yang memegang gelar WBA kelas berat ringan, juga belum mengeluarkan pernyataan, namun pelatihnya menilai tantangan Benavidez sebagai peluang menarik untuk memperluas eksposur.
Divisi cruiserweight selama ini didominasi oleh petinju seperti Oleksandr Usyk dan Mairis Briedis, sehingga kedatangan Benavidez menambah dinamika kompetisi yang semakin ketat.
Pencapaian menggabungkan sabuk WBA dan WBO sekaligus membuka jalan bagi potensi unifikasi lebih lanjut, mengingat belum ada petinju yang memegang ketiga gelar utama dalam divisi ini.
Para analis memperkirakan bahwa pertarungan lintas kelas dengan Canelo atau Bivol akan memerlukan negosiasi berat badan yang rumit, mengingat perbedaan signifikan antara 90,7 kilogram dan 79,3 kilogram.
Jika kesepakatan tercapai, nilai finansial pertandingan diprediksi mencapai puluhan juta dolar, mengingat popularitas global Canelo dan rekam jejak Bivol.
Penggemar tinju di media sosial merespons dengan antusias, menyebut Benavidez sebagai “raja baru” yang berani menantang batas tradisional kelas berat.
Jadwal resmi belum diumumkan, namun Benavidez menargetkan pertarungan utama pada akhir tahun ini, menunggu konfirmasi dari kedua calon lawan.
Untuk saat ini, Benavidez tetap mempersiapkan diri secara intensif, menambah kebugaran dan strategi agar siap menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan