Media Kampung – Melbourne Victory mengalami kegagalan pada Elimination Final A-League 2025/26 setelah menyerah 0-1 kepada Sydney FC di AAMI Park pada Sabtu malam, 2 Mei 2026. Gol penentu dicetak oleh Patrick Wood pada menit ke-80, tiga menit setelah ia masuk sebagai pengganti.
Babak pertama berlangsung seimbang, dengan kedua tim menciptakan peluang tetapi belum berhasil menembus gawang lawan. Penjaga gawang Victory, Jack Warshawsky, melakukan penyelamatan krusial pada menit kedua setelah serangan awal Nishan Velupillay, sementara Charles Nduka menahan tembakan keras dari Sydney pada menit ke-12. Sydney mengandalkan serangan sayap melalui Tiago Quintal, namun tendangan melengkungnya meleset tipis ke luar kotak penalti.
Di babak kedua, keputusan wasit menjadi sorotan utama. Pada menit ke-57, wasit Lachlan Keevers mengangkat bendera penalti untuk Victory setelah Apostolos Stamatelopoulos menarik baju Jason Davidson di sebuah corner, namun VAR menolak keputusan tersebut. Lima menit kemudian, Keevers kembali mengangkat penalti setelah menilai Paul Okon-Engstler menjatuhkan Santos, namun setelah meninjau ulang, ia membatalkan keputusan itu, menimbulkan kekecewaan di pihak tim melayu.
Setelah pergantian pemain pada menit ke-71, Sydney FC mengintroduksi Keegan Jelacic yang langsung memberikan dampak. Tiga menit setelah masuk, Wood memanfaatkan umpan pendek dari Franco Lino yang melambat, menembus ruang di dalam kotak penalti, dan mengeksekusi penyelesaian sederhana yang memastikan kemenangan 1-0 bagi Sky Blues.
Victory mencoba merespons dengan serangkaian pergantian pada menit ke-84, menurunkan Juan Mata, Charles Nduka, dan Nishan Velupillay, serta menambahkan Louis D’Arrigo, Matthew Grimaldi, dan Nikos Vergos. Meskipun demikian, pertahanan Sydney tetap rapat, dan serangan Victory tidak berhasil menciptakan peluang yang berbahaya.
Pelatih Arthur Diles meluapkan kemarahannya terhadap standar officiating pasca pertandingan. “Hanya satu orang yang membuat keputusan itu, dan saya rasa dia salah,” kata Diles dalam konferensi pers, menambahkan bahwa keputusan yang tidak konsisten mengubah dinamika pertandingan menjadi “WWE, bukan sepak bola.”
Kapten Roderick Miranda menegaskan pentingnya mempertahankan Juan Mata di skuad. “Jika dia ingin tetap bermain, kami akan memberikan apa saja yang dia butuhkan,” ucap Miranda, menyoroti kontribusi Mata yang mencatat 13 assist dan lima gol selama musim ini, meski masa depannya di klub masih belum pasti.
Musim ini, Victory menyelesaikan fase reguler di posisi ke-6 dan berhasil mencapai Elimination Final pertama dalam tujuh tahun, menandai kembalinya klub ke panggung akhir setelah masa sulit. Namun, kegagalan mengamankan dua penalti potensial dan keputusan VAR yang kontroversial menjadi faktor penentu yang menghambat peluang mereka melaju lebih jauh.
Ke depan, Victory harus menilai kembali strategi defensif dan kebijakan pelibatan VAR, sekaligus berupaya mempertahankan talenta seperti Mata dan Jordi Valadon. Pertandingan selanjutnya akan berfokus pada persiapan musim depan, memperkuat lini serang, dan memastikan bahwa keputusan wasit tidak lagi menjadi penghalang utama dalam upaya meraih gelar A-League.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan