Media Kampung – Veda ikut diperhitungkan dalam balapan Moto3 Spanyol 2026 setelah menunjukkan performa impresif di Sirkuit Jerez. Pembalap muda asal Indonesia ini memulai perlombaan dari posisi ke-17 dan berhasil finis di urutan keenam.

Kualifikasi pagi harinya didominasi oleh Maximo Quiles yang mencatatkan waktu tercepat 1 menit 44,070 detik, memegang pole position untuk tim Aspar. Kecepatan Quiles menjadi tolok ukur bagi pembalap lain termasuk Veda.

Veda meluncur dari barisan belakang namun secara konsisten menyalip lawan pada setiap lap awal. Pada lap ketiga ia naik ke posisi ke-10, menandai lonjakan signifikan.

Selama lima lap pertama Veda berhasil melewati Hakim Danish dan beberapa pembalap Red Bull KTM Ajo, mengukir posisi ke-9. Pada lap kelima ia menembus zona terdepan, beralih ke posisi ke-8.

“Saya merasakan tekanan besar karena posisi start yang rendah, namun dukungan tim dan pelatih membantu saya tetap fokus,” ujar Veda dalam konferensi pers pasca balapan. Ia menambahkan bahwa pengalaman di lintasan Jerez menambah kepercayaan diri.

Sebagai murid Marc Marquez, Veda menyadari pentingnya mengendalikan tekanan mental saat berada di grid. Marquez pernah menegaskan bahwa pembalap muda harus belajar mengatur emosi ketika bersaing di level dunia.

Kejadian serupa terjadi pada kelas MotoGP di hari yang sama ketika Marc Marquez jatuh di tikungan ke-11 dan tidak dapat melanjutkan balapan. Kecelakaan tersebut mengingatkan semua pembalap akan risiko tinggi kompetisi.

Veda mengaku peristiwa Marc Marquez menjadi pelajaran berharga, ia berusaha meniru ketenangan sang mentor meski berada di posisi yang lebih menantang. “Saya belajar dari kesalahan Marc, jangan biarkan tekanan menguasai,” kata Veda.

Tim Aspar menilai penampilan Veda sebagai bukti potensinya untuk bersaing di kelas utama. Manajer tim menyatakan bahwa dukungan teknis dan strategi pit stop berperan penting dalam pergerakan Veda.

Statistik resmi menunjukkan Veda berhasil menaikkan 11 posisi selama 19 lap, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di balapan Moto3 Jerez. Peningkatan ini menempatkan ia sebagai kandidat kuat untuk podium di seri berikutnya.

Jadwal selanjutnya menanti Veda di Grand Prix Catalunya, di mana ia akan memulai dari grid yang lebih menguntungkan setelah penilaian performa di Spanyol. Persiapan tim difokuskan pada pengoptimalan mesin CFMOTO.

Dengan tekanan yang kini lebih terkelola, Veda siap menantang para pesaing dan membuktikan bahwa ia memang ikut diperhitungkan di panggung internasional. Perkembangannya akan dipantau oleh penggemar dan pengamat balap motor.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.