Media Kampung – Fadly Alberto, pemain muda Bhayangkara FC U-20, resmi dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-19 dan sekaligus dihentikan sponsor setelah insiden tendangan kungfu yang terjadi pada laga EPA U-20 tanggal 19 April 2026 di Stadion Citarum, Semarang.
Insiden bermula ketika Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 dalam pekan ke‑32 kompetisi Elite Pro Academy. Pada menit akhir pertandingan, Fadly yang mengenakan rompi pink nomor 7 berlari menuju kerumunan pemain lawan dan melancarkan tendangan tinggi yang menyerang bagian belakang kepala salah satu pemain Dewa United, menyebabkan pemain tersebut terjatuh dan mengalami gegar ringan.
Pelatih Timnas Indonesia U‑20, Nova Arianto, mengungkapkan kekecewaannya secara tegas. Ia menekankan bahwa sikap sportivitas menjadi standar utama bagi setiap pemain, apalagi bagi seorang pemain yang pernah mewakili timnas U‑17 di Piala Dunia. “Saya sangat kecewa, tindakan itu tidak dapat dibenarkan,” ujar Arianto dalam konferensi pers singkat di Jakarta.
Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), menegaskan keputusan pencoretan Fadly sebagai langkah tegas untuk menegakkan disiplin. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut juga menutup peluang Fadly untuk berpartisipasi dalam Piala AFF U‑19 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan November.
Sementara itu, sponsor utama Fadly, sebuah merek peralatan olahraga nasional, menyatakan bahwa mereka akan menghentikan semua kontrak endorsement dengan pemain tersebut. Perusahaan mengklaim bahwa perilaku yang membahayakan keselamatan rekan pemain bertentangan dengan nilai-nilai yang ingin mereka promosikan.
Penarikan sponsor berdampak signifikan pada pendapatan pribadi Fadly, mengingat kesepakatan endorsement sebelumnya mencakup kampanye media sosial, penampilan dalam iklan televisi, dan penyediaan perlengkapan latihan. Pihak sponsor menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan tidak akan dipertimbangkan kembali.
Keputusan pencoretan juga memaksa pelatih Nova Arianto untuk merombak skuad U‑20 jelang Piala AFF. Pemain pengganti dipilih dari daftar tunggu, sementara Fadly harus fokus pada perbaikan perilaku dan menunggu kemungkinan pemulihan hubungan dengan timnas di masa depan.
Karier Fadly sempat menanjak setelah penampilan gemilang di Piala Dunia U‑17 2025, di mana ia menjadi salah satu pencetak gol utama timnas Indonesia. Latar belakangnya sebagai anak petani dari Bojonegoro menambah nilai inspiratif pada perjalanannya, namun insiden ini mengancam reputasinya secara drastis.
Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pemain muda di liga profesional Indonesia bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berakibat fatal, tidak hanya pada karier pribadi tetapi juga pada peluang tim secara keseluruhan. PSSI berjanji akan meningkatkan pelatihan mental dan etika bagi semua pemain usia junior.
Saat ini, Fadly masih berada di bawah pengawasan tim medis Bhayangkara FC dan menunggu keputusan akhir dari PSSI terkait sanksi tambahan. Ia telah mengirimkan permintaan maaf publik melalui media sosial, menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan yang mencoreng nama timnas Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan