Media KampungBrayan León kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol penentu kemenangan Mamelodi Sundowns pada semifinal CAF Champions League 2026, memastikan klub Afrika Selatan melaju ke final kompetisi paling bergengsi di benua ini.

Pertandingan leg kedua berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, di Loftus Versfeld Stadium, Pretoria, dan berakhir dengan kemenangan 1-0 berkat gol tunggal León pada menit ke-35 setelah memanfaatkan rebound dari tendangan penalti yang sempat ditolak kiper Esperance, Bechir Said.

Sebelumnya, León juga menjadi pahlawan pada leg pertama yang digelar di Hammadi Agrebi Stadium, Rades, Tunisia, mencetak satu-satunya gol pada menit ke-20, sehingga Sundowns menutup pertandingan pertama dengan keunggulan 1-0 dan melanjutkan ke leg kedua dengan keunggulan tipis.

Pelatih Miguel Cardoso memuji penampilan timnya, menyatakan bahwa konsistensi dalam menyerang dan pertahanan menjadi faktor utama dalam menyingkirkan lawan berpengalaman seperti Esperance, sekaligus menekankan bahwa dua final beruntun adalah bukti kerja keras staf teknis internasional yang dibawanya sejak Desember 2024.

Perjalanan Sundowns di turnamen dimulai dari babak penyisihan grup yang menantang, melawan FC Saint-Éloi Lupopo, MC Alger, dan Al-Hilal, sebelum menembus babak 16 besar dengan mengalahkan Reno Stars Nigeria secara meyakinkan 7-1 secara agregat.

Keberhasilan mencapai final tidak hanya menambah prestise klub, namun juga membuka peluang memperoleh hadiah total sekitar US$6 juta (sekitar Rp98 miliar), yang dapat memperkuat struktur keuangan dan investasi pemain muda di masa depan.

Stadion Loftus Versfeld yang berkapasitas 52.000 penonton dipenuhi suporter Sundowns yang memadati tribun, sementara suporter Esperance yang hadir menunjukkan perilaku tertib meski memiliki reputasi yang lebih keras, meskipun pihak penyelenggara diingatkan untuk memperbaiki manajemen lalu lintas guna menghindari risiko kerumunan.

Di final, Sundowns akan berhadapan dengan perwakilan Maroko, baik FAR Rabat maupun Renaissance Berkane, tergantung hasil leg kedua semifinal yang dijadwalkan pada 15 Mei di Pretoria dan kembali pada 24 Mei di Rabat atau Berkane.

Di kompetisi domestik, Sundowns tetap bersaing ketat di Betway Premiership bersama Orlando Pirates, dan dijadwalkan kembali ke arena liga pada Rabu mendatang melawan Stellenbosch, yang menjadi ujian kesiapan tim menjelang final kontinental.

Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh para penggemar, Sundowns kini menanti laga final dengan keyakinan bahwa Brayan León dan rekan-rekannya dapat menambah sejarah klub sebagai ‘monster of Africa’ untuk generasi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.