Media Kampung – 17 April 2026 | Setelah mengalahkan Banfield dalam derby klasik, klub Argentina Lanús menatap peluang pertama mereka meraih gelar Copa Libertadores pada grup G kompetisi 2026.

Pertandingan melawan Banfield berakhir 1-0 berkat sundulan Yoshan Valois di menit ke-73, yang mengangkat semangat tim di La Fortaleza.

Hasil tersebut memberi Lanús tiga poin penting, menyeimbangkan posisi mereka di grup dengan pemimpin Liga de Quito yang memiliki enam poin sempurna.

Di sisi lain, tim Bolivia Always Ready harus bangkit setelah kekalahan 1-0 dari Liga de Quito pada laga pembuka.

Lanús, yang dilatih oleh Mauricio Pellegrino, kini harus mengumpulkan tiga poin pada pertandingan berikutnya melawan Always Ready untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

Pellegrino menegaskan, “Kami harus memanfaatkan momentum kemenangan klasik dan tetap fokus pada setiap fase pertandingan,” dalam konferensi pers sebelum laga.

Statistik menunjukkan Lanús mencatat kepemilikan bola 58% dalam derby, dengan akurasi tembakan ke arah gawang mencapai 45%.

Tim juga berhasil menahan serangan lawan dengan tiga kali intersep penting, menandakan peningkatan defensif sejak awal kompetisi.

Di liga domestik, Lanús berada di peringkat tiga Zona A Apertura dengan 22 poin, hanya tiga poin di belakang pemimpin Vélez.

Keberhasilan di turnamen domestik memberi mereka kepercayaan tambahan menjelang fase grup internasional.

Selama dua pertandingan pertama di Copa Libertadores, Lanús mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan, dengan selisih gol negatif satu.

Kekalahan pertama terjadi 0-1 melawan Mirassol di Brazil, di mana gol tunggal dicetak pada menit ke-58 melalui serangan balik cepat.

Namun, gol penentu kemenangan melawan Banfield datang dari aksi rebound setelah tendangan bebas Marcelino Moreno, menunjukkan efektivitas strategi set-piece tim.

Always Ready, yang akan menjadi lawan berikutnya, saat ini menempati peringkat kelima di liga Bolivia dengan empat poin dari dua pertandingan.

Tim Bolivia tersebut berusaha memperbaiki performa setelah kegagalan mencetak gol melawan Liga de Quito.

Jadwal selanjutnya menampilkan Lanús kembali ke kandang untuk menjamu Liga de Quito pada tanggal 23 April di Estadio Ciudad de Lanús.

Pertandingan tersebut menjadi ujian krusial bagi Lanús untuk mengamankan tiga poin dan menutup jarak dengan pemimpin grup.

Jika Lanús berhasil mengalahkan Liga de Quito, mereka akan memimpin grup dengan sembilan poin, menempatkan tekanan pada Always Ready dan Mirassol.

Para pengamat menilai bahwa konsistensi pertahanan dan kemampuan memanfaatkan peluang dari bola mati menjadi kunci utama bagi Lanús dalam mengejar debut kemenangan Libertadores.

Menjelang pertandingan berikutnya, pelatih Pellegrino menambahkan, “Kami harus tetap disiplin secara taktis dan memaksimalkan setiap peluang yang datang,” menutup persiapan tim menjelang laga penting.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.