Media Kampung – 17 April 2026 | Satpol PP Banyuwangi berhasil menangkap dua pelajar menengah yang melanggar jam belajar saat melakukan aksi bolos di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, pada Senin 13 April 2026.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi rutin Tim Srikandi Satpol PP Banyuwangi yang menargetkan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat nongkrong siswa.

Tim Srikandi melakukan patroli ke area-area publik, kafe, dan tempat berkumpul lainnya yang berpotensi menjadi sarana pelajar menghindari kelas.

Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, menjelaskan bahwa anggota mereka berkeliling ke lokasi-lokasi yang berpotensi dijadikan tempat membolos oleh pelajar, seperti tempat nongkrong atau kafe.

“Anggota kami berkeliling ke lokasi-lokasi yang berpotensi dijadikan tempat membolos oleh pelajar, seperti tempat nongkrong atau kafe,” ujar Yoppy dalam konferensi pers singkat di kantor Satpol PP.

Dalam razia itu, petugas menemukan dua siswa yang sedang berada di pantai Plengsengan Ancol ketika jam pelajaran sedang berlangsung.

Kedua pelajar tersebut langsung diberikan pembinaan di lokasi agar menyadari konsekuensi tindakan mereka.

Setelah menerima pembinaan, siswa dibawa kembali ke masing‑masing sekolah untuk diserahkan kepada pihak guru.

Pihak sekolah kemudian melaporkan bahwa kedua pelajar akan mengikuti program bimbingan lanjutan guna memperbaiki kedisiplinan belajar.

Satpol PP Banyuwangi menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan aparat dalam mencegah fenomena bolos sekolah yang dapat mengganggu proses pendidikan.

Razia semacam ini telah dilakukan secara periodik sejak awal 2025, dengan tujuan menekan angka ketidakhadiran siswa di wilayah Banyuwangi.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi mencatat peningkatan kehadiran siswa sebesar 3,2 % pada tahun 2025 setelah intensifikasi razia.

Para ahli pendidikan menilai bahwa upaya preventif seperti patroli Satpol PP dapat menjadi pelengkap bagi program pendampingan psikologis di sekolah.

Hingga saat ini, kedua pelajar telah kembali ke kelas dan dijadwalkan mengikuti sesi konseling serta kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pemulihan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.