Media Kampung, Surabaya – Gelombang massa pesilat mendatangi markas debt collector (DC) di Jalan Teuku Umar, Surabaya pada Jumat, 31 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Massa tersebut sempat melempari batu, botol, dan kayu di sekitar kawasan tersebut sebelum akhirnya dihalau aparat TNI dan Polri.

Massa pesilat yang datang dalam jumlah besar berusaha merangsek ke markas DC. Namun, upaya tersebut dihalau oleh petugas keamanan sehingga massa berkumpul di Jalan RA Kartini yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari lokasi markas DC. Ketegangan sempat terjadi antara massa dan aparat keamanan, di mana massa melakukan aksi pelemparan sebagai bentuk protes.

Baca juga:

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyatakan bahwa pengamanan terhadap aksi massa ini berjalan lancar dan kondusif. Menurut Luthfie, massa pesilat menuntut kejelasan proses hukum terkait kasus pembacokan yang dilakukan oleh oknum debt collector terhadap petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu, 25 Juli 2026 dini hari.

Proses hukum terhadap pelaku pembacokan telah berjalan secara profesional. Salah satu pelaku berinisial SL telah menyerahkan diri, sementara satu pelaku lain masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Pihak kepolisian meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi agar proses penegakan hukum dapat segera dilakukan.

Baca juga:

Terkait aksi pelemparan yang dilakukan oleh massa, Luthfie memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kondisi sekitar Jalan Teuku Umar saat ini telah kembali kondusif setelah massa meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.00 WIB.

Insiden ini menjadi sorotan karena melibatkan ketegangan antara kelompok pesilat dan oknum debt collector yang sebelumnya terjadi pembacokan terhadap petugas valet. Polisi berkomitmen melanjutkan penyelidikan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: