Media Kampung – Singaraja – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Dewa Gede Bayu Segara, mengingatkan masyarakat untuk bersikap moderat saat bermain media sosial. Menurutnya, ruang digital kerap menjadi tempat munculnya komentar ekstrem yang justru memicu perpecahan.

Dalam pernyataannya pada Selasa (24/6/2026), Bayu Segara menekankan bahwa setiap kebijakan yang tidak sesuai dengan perasaan pribadi jangan langsung direspons secara berlebihan. “Kritiklah dengan etika dan kesopanan. Itulah sikap moderat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sikap ekstrem, baik dalam ucapan maupun tindakan, hanya akan memperlebar konflik di tengah masyarakat. “Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Moderasi mengajarkan kita berada di tengah dan tetap menghormati orang lain,” katanya.

Bayu Segara berharap media sosial dapat menjadi ruang edukasi yang memperkuat persatuan, bukan sarana menyebarkan kebencian maupun permusuhan. Dengan membiasakan diri mengedepankan kebijaksanaan dibanding emosi, masyarakat dapat menyikapi perbedaan pandangan secara lebih dewasa.

Pesan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan moderasi beragama di Indonesia, khususnya di wilayah Bali yang dikenal toleran. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang memicu perpecahan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.