Media Kampung – Grand Final MPL Indonesia Season 17 yang digelar di Jakarta International Velodrome pada Minggu, 14 Juni 2026, menjadi panggung pertarungan sengit antara Bigetron by Vitality dan Onic Esports. Bigetron berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Onic dengan skor telak 4-1 dalam format Best of seven.

Kemenangan ini menjadi gelar juara MPL Indonesia pertama bagi Bigetron sepanjang sejarah. Sebelumnya, tim yang diperkuat Shogun, Nnael, Morenooo, Finn, dan Emann ini hanya menjadi finalis pada MPL Season 7 tahun 2021, saat dikalahkan Evos dengan skor 4-2. Sementara itu, Onic yang beranggotakan Lutpi, Kairi, Sanz, Kiboy, dan Kelra harus puas sebagai runner-up.

Berdasarkan data dari sumber, Onic Esports tercatat telah mengoleksi total tujuh gelar juara MPL Indonesia, termasuk saat mereka berkolaborasi dengan Fnatic pada MPL ID Season 13. Prestasi tersebut menempatkan Onic sebagai salah satu tim tersukses di kompetisi Mobile Legends profesional Tanah Air. Namun, pada musim ini, dominasi mereka berhasil dipatahkan oleh Bigetron yang tampil agresif sejak game pertama.

Sebagai juara, Bigetron membawa pulang hadiah sebesar Rp 1 miliar, sementara Onic mendapatkan Rp 560 juta. Kedua tim juga berhak atas tiket menuju Mobile Legends Mod Season Cup (MSC) yang akan digelar dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) di Paris, Perancis, pada 1 Juli mendatang.

Grand Final MPL Season 17 juga menjadi ajang pengumuman strategis. Presiden Direktur TODAK, Shinta Dhanuwardoyo, mengungkapkan bahwa brand gaming asal Malaysia tersebut akan berkolaborasi dengan sebuah tim esports di MPL Indonesia Season 18, meski identitas tim masih dirahasiakan. TODAK saat ini telah menjalin kerja sama dengan Dewa United Esports dan Evos. Sebelumnya, TODAK sempat menutup seluruh divisi esports kompetitifnya pada Desember 2025, lalu bertransformasi menjadi brand gaya hidup dan apparel gaming, serta menjadi mitra resmi MPL Indonesia selama dua musim pada 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang hadir dalam konferensi pers menegaskan komitmen pemerintah menjadikan esports sebagai creative playground yang menghubungkan talenta muda dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Ia mencontohkan kolaborasi antara Moonton Games dan Tale X yang menghadirkan enam IP lokal dalam Thematic Week sepanjang MPL Season 17. Irene menilai esports mampu menjadi trendsetter di berbagai lini industri di luar esports, termasuk fashion dan pengembangan IP.

Dengan berakhirnya MPL Season 17, perhatian kini beralih ke kompetisi internasional MSC di Paris serta persiapan menuju MPL Indonesia Season 18 yang akan diramaikan oleh kehadiran TODAK dan kolaborasi-kolaborasi baru.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.