Media Kampung – Christian Association of Nigeria (CAN), organisasi tertinggi umat Kristen di Nigeria, mengeluarkan desakan tegas kepada pemerintah Presiden Bola Tinubu untuk segera menetapkan status darurat nasional terkait keamanan. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan penting para pemimpin gereja di National Christian Centre, Abuja, pada Selasa, 2 Juni 2026.
Komunikasi resmi dari CAN menyoroti kemarahan mendalam atas memburuknya situasi keamanan di Nigeria, yang meliputi pembunuhan, penculikan massal, serangan teroris, dan penghancuran komunitas. Organisasi tersebut mencatat ribuan warga telah kehilangan rumah dan tempat tinggal akibat aksi teroris yang kian merajalela.
CAN mengumumkan Jumat, 12 Juni 2026, sebagai awal tiga hari berkabung nasional, berakhir pada Minggu, 14 Juni yang disebut “Black Sunday”. Hari tersebut akan diperingati di seluruh gereja sebagai penghormatan kepada korban kekerasan.
Dalam surat keputusan, CAN secara tegas mengecam tindakan kekerasan brutal termasuk pembunuhan, pemenggalan kepala, penyiksaan, pemerkosaan, penculikan, dan pemindahan paksa penduduk yang kini meluas ke wilayah yang sebelumnya dianggap aman. Kasus penculikan massal terbaru di negara bagian seperti Oyo, Ogun, Borno, Benue, dan Kogi menjadi contoh nyata dari krisis tersebut.
CAN menuntut evaluasi menyeluruh terhadap arsitektur keamanan nasional dan peningkatan kerja sama antar lembaga keamanan. Selain itu, organisasi ini menegaskan perlunya akuntabilitas yang ketat atas penggunaan anggaran pertahanan oleh militer dan kepolisian dalam upaya memberantas terorisme dan kejahatan bersenjata lainnya.
Desakan ini menggambarkan kondisi darurat yang kini dihadapi Nigeria, di mana pemerintah dianggap kurang efektif dalam mengatasi lonjakan kejahatan terorganisir dan ancaman keamanan yang semakin kompleks.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan