Media Kampung – Kisah haru badal haji Muhammad Firdaus, jemaah yang sempat hilang dan ditemukan wafat di Tanah Suci, mengundang simpati mendalam dari masyarakat Indonesia dan seluruh petugas haji. Muhammad Firdaus Akhlan, seorang jemaah haji berusia 73 tahun, sempat dilaporkan hilang selama hampir satu pekan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu catatan duka dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Firdaus tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 27. Setelah dilaporkan hilang sejak Jumat pagi, 15 Mei 2026, pencarian intensif dilakukan oleh petugas haji dan otoritas setempat. Sayangnya, Firdaus ditemukan dalam keadaan sudah wafat, yang kemudian memicu proses badal haji sebagai bentuk penghormatan dan pemenuhan kewajiban ibadah bagi jemaah yang tidak dapat melaksanakan haji secara langsung karena meninggal dunia.

Proses pemakaman Muhammad Firdaus berlangsung dengan penuh khidmat di pemakaman Al Sharayea, Makkah pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sang istri, Nafsiah Nawan, mengiringi jenazah suaminya dan mengucapkan kalimat tauhid berulang kali, “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah,” sebagai bentuk pelepasan dan doa untuk almarhum. Prosesi tersebut juga disaksikan oleh keluarga Firdaus di Jakarta melalui panggilan video, menambah keharuan momen tersebut.

Jenazah Firdaus terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram pada Sabtu dini hari sebelum pemakaman, bersama tujuh jenazah lainnya. Proses salat jenazah berjalan lancar dengan pengawalan dari petugas haji dan menggunakan buggy car untuk memindahkan jenazah dari ambulans ke area salat. Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tulus Widodo, turut mendampingi Nafsiah selama proses pemakaman dan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan ini.

Peristiwa wafatnya Muhammad Firdaus juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah Indonesia dalam melaksanakan badal haji. Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Erti Herlina, menjelaskan bahwa pemerintah hanya membadalkan jemaah haji yang meninggal dunia atau yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan mengikuti rangkaian puncak haji. Hingga saat ini, tercatat 79 jemaah haji Indonesia masuk dalam kategori badal haji, dengan 75 di antaranya wafat di Arab Saudi dan empat di embarkasi.

Badal haji sendiri merupakan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan oleh petugas haji sebagai perwakilan bagi jemaah yang tidak dapat menjalankan ibadah haji karena alasan tertentu, seperti meninggal dunia atau sakit parah. Ritual badal haji sama persis dengan haji biasa, hanya berbeda pada niat yang ditujukan untuk jemaah yang diwakili. Pemerintah telah menyiapkan 585 petugas pembadal untuk melaksanakan ibadah ini agar tanggung jawab pelaksanaan tetap jelas dan terorganisir.

Kisah haru badal haji Muhammad Firdaus, jemaah yang sempat hilang dan ditemukan wafat di Tanah Suci, menjadi pengingat pentingnya perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Pihak terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap jemaah yang masih dirawat di rumah sakit dan mengambil langkah badal haji apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mengikuti prosesi puncak haji di Arafah.

Pihak keluarga almarhum melalui Nafsiah Nawan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada petugas haji Indonesia atas bantuan dan dukungan yang diberikan selama masa pencarian dan pemakaman. Nafsiah berdoa agar Allah mengampuni dosa suaminya, menerima amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya di Tanah Suci.

Kisah haru badal haji Muhammad Firdaus, jemaah yang sempat hilang dan ditemukan wafat di Tanah Suci, menjadi refleksi mendalam bagi seluruh umat Islam dan penyelenggara ibadah haji. Ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Di balik kesedihan ini, semoga kisah Muhammad Firdaus menjadi inspirasi dan pengingat bagi semua jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama menunaikan ibadah suci ini, serta pentingnya dukungan dari semua pihak agar ibadah haji berjalan lancar dan khidmat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.