Media Kampung – Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada Sabtu (16/5/2026) telah merendam lima kecamatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menyatakan masih melakukan pendataan wilayah terdampak dan warga yang memerlukan bantuan.

Kelima kecamatan yang terdampak banjir tersebut adalah Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wuawua, dan Baruga. Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari kelurahan terkait untuk memastikan data yang akurat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan korban dan wilayah terdampak.

Di tengah kondisi banjir, beredar video dari kawasan BTN Puri Taman, Kecamatan Puuwatu, yang memperlihatkan warga berusaha menembus genangan air sambil meminta pertolongan. Sementara itu, di kawasan bantaran Kali Wanggu Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, air yang sebelumnya surut kembali masuk ke rumah warga, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya dampak lanjutan.

Pantauan di Kecamatan Wuawua menunjukkan air mulai surut, dan beberapa petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tampak membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir dari rumah mereka. Pemerintah Kota Kendari pun memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir hingga 24 Mei 2026 untuk mengoptimalkan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk Forkopimda, BPBD, dan camat, agar penanganan bencana berjalan efektif. Ia berharap kondisi Kota Kendari dapat kembali normal sebelum masa perpanjangan tanggap darurat berakhir. Fokus penanganan meliputi evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, dan normalisasi wilayah terdampak.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan. Seluruh warga diharapkan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama selama masa tanggap darurat berlangsung.

Selain dampak langsung pada permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian di Kendari. Sebanyak 151 hektare sawah terendam dan menyebabkan 73 hektare mengalami gagal panen, sementara sisanya masih dapat dipanen untuk mendukung musim tanam berikutnya. Hal ini menambah beban masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.