Media Kampung – Tanggal 17 Mei menjadi momen penting yang diperingati di Indonesia maupun oleh masyarakat internasional dengan berbagai hari besar yang memiliki makna khusus. Beragam peringatan yang jatuh pada hari tersebut mencakup aspek literasi, teknologi komunikasi, kesehatan, serta aktivitas memasak yang menyenangkan.

Di Indonesia, 17 Mei dikenal sebagai Hari Buku Nasional yang pertama kali dicetuskan pada 2002 oleh Abdul Malik Fadjar saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Penetapan hari ini bermula dari keprihatinan terhadap rendahnya budaya membaca dan minat literasi di kalangan masyarakat. Pemerintah kemudian menggunakan momentum tersebut untuk menggalakkan budaya membaca sekaligus mendukung pertumbuhan industri perbukuan dalam negeri.

Selain itu, tanggal yang sama juga menandai hari kelahiran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Perpusnas berdiri sejak 1980 dan awalnya merupakan gabungan dari empat unit kerja yang mengelola bahan pustaka nasional. Seiring waktu, lembaga ini berkembang menjadi institusi pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab atas pelestarian literatur nasional, dengan dasar hukum yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.

Di tingkat global, 17 Mei diperingati sebagai Hari Komunikasi Internasional atau World Telecommunication and Information Society Day. Hari yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 2006 ini bertujuan menyoroti pentingnya akses informasi dan pemerataan teknologi komunikasi di seluruh dunia. Penetapan tanggal ini bertepatan dengan penandatanganan Konvensi Telegraf Internasional pertama pada 1865 serta pembentukan International Telecommunication Union (ITU).

Tanggal 17 Mei juga menjadi Hari Hipertensi Sedunia, yang diinisiasi oleh World Hypertension League. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat global akan bahaya tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab utama stroke dan gagal jantung. Hipertensi kini menjadi masalah kesehatan yang memengaruhi lebih dari satu miliar orang dewasa di dunia.

Selain peringatan formal, 17 Mei juga dirayakan sebagai Hari Memanggang Roti Sedunia. Perayaan ini mendorong masyarakat, baik profesional maupun yang jarang memasak, untuk mencoba resep baru dan menikmati proses memasak bersama keluarga. Perkembangan teknologi oven modern turut memudahkan aktivitas memanggang sehingga semakin diminati berbagai kalangan.

Berbagai peringatan tersebut menunjukkan bagaimana 17 Mei menjadi hari yang sarat makna, dari peningkatan literasi dan akses informasi, pengingat pentingnya kesehatan, hingga merayakan kebahagiaan melalui kegiatan memasak. Momentum ini terus menjadi pengingat akan peran penting tiap aspek dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.