Media Kampung – Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale kini bisa disaksikan secara gratis dengan syarat minimal penonton. Film ini mengangkat kisah perjuangan masyarakat Papua melawan pembabatan hutan seluas 2,5 juta hektar oleh pemerintah Indonesia.

Pada 15 Mei 2026, penyanyi Rayen Pono menggelar acara nonton bersama film Pesta Babi di rumahnya di Tangerang Selatan. Ia menjelaskan bahwa akses untuk menonton film tersebut harus melalui pendaftaran resmi kepada produser Watch Doc. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah jumlah penonton minimal sepuluh orang. Rayen mengatakan, “Kita email, terus mereka kasih tahu langkahnya. Nah, syaratnya yang nonton minimal 10 orang.” Selain itu, penyelenggara juga meminta identitas host dan komunitas yang mengadakan nobar, serta dokumentasi kegiatan sebagai persyaratan administratif.

Rayen menegaskan bahwa tidak ada biaya yang dikenakan untuk menonton film ini. “Free, cuma ada imbauan kalau bisa ada sedikit kita kumpulin seikhlasnya, untuk dikirim ke sana (Papua),” ujarnya. Imbauan tersebut bersifat sukarela dan bertujuan untuk mendukung masyarakat Papua yang menjadi fokus cerita dalam film ini.

Film Pesta Babi sendiri tidak diputar di bioskop atau platform OTT, sehingga akses menontonnya hanya melalui pemutaran bersama yang diatur oleh pihak Watch Doc dan Ekspedisi Indonesia. Pendaftaran nobar dapat dilakukan melalui tautan resmi yang dibagikan penyelenggara, dan peserta wajib mengunggah poster acara di media sosial serta menandai akun penyelenggara dengan tagar #Papuabukantanahkosong.

Sejak penayangan perdana pada 27 April 2026, film ini telah memicu diskusi dan kontroversi di berbagai daerah. Meski beberapa pemutaran mengalami tekanan dan pembubaran, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak melarang kegiatan nonton bersama. “Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat,” ujarnya.

Dengan aturan dan syarat yang diterapkan, film Pesta Babi bisa dinikmati oleh masyarakat luas dengan cara yang tertib dan terorganisir. Hal ini memberikan kesempatan untuk memahami isu penting terkait konflik lahan dan dampak proyek strategis nasional terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.