Media Kampung – Persipura Jayapura menghadapi sanksi berat setelah kericuhan yang terjadi di antara suporter usai pertandingan play-off Championship 2025-2026 melawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026). Kejadian ini menjadi sorotan karena berujung pada keputusan Komite Disiplin PSSI yang menjatuhkan denda total Rp240 juta kepada klub tersebut.
Pertandingan berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Adhyaksa FC Banten, sehingga Persipura gagal meraih promosi ke Liga 1 musim depan. Momen ini memicu ketegangan di kalangan pendukung Persipura yang kemudian berujung pada kericuhan setelah wasit meniup peluit akhir. Insiden tersebut sempat membuat suasana di Stadion Lukas Enembe menjadi tidak kondusif.
Komite Disiplin PSSI merespons dengan memberikan lima sanksi kepada Persipura Jayapura, termasuk denda finansial besar. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan aturan dan upaya menjaga keamanan serta ketertiban dalam kompetisi sepak bola nasional. Sanksi tersebut diharapkan dapat menjadi peringatan bagi klub dan suporter agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Persipura Jayapura sendiri dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki basis suporter fanatik di Indonesia, sehingga insiden ini cukup mengejutkan bagi banyak pihak. Kericuhan yang terjadi juga menimbulkan dampak negatif terhadap citra klub dan kompetisi sepak bola Indonesia secara umum.
Hingga saat ini, pihak klub belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi yang dijatuhkan. Namun, Komite Disiplin PSSI memastikan akan terus memantau perkembangan dan menindaklanjuti apabila ada pelanggaran serupa di masa yang akan datang. Proses penyelidikan juga akan memperhatikan semua aspek yang terkait dengan kericuhan tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan