Media Kampung – 10 Regentstraat membuka pengalaman kuliner di jantung Kota Lama Surabaya dengan menghidupkan kembali eks Kantor Pos Kebon Rojo sebagai ruang sejarah.
Lokasi restoran berada di bangunan cagar budaya yang dulunya merupakan bagian dari Hogere Burgerschool (HBS) Soerabaja, sekolah elit era Hindia Belanda.
Gedung tersebut pernah menjadi tempat belajar Soekarno sebelum dialihfungsikan menjadi Kantor Pos Kebon Rojo pada era pasca‑kemerdekaan.
Pada Sabtu (2/5), PT Imperium Buana Sakti menyelesaikan revitalisasi bangunan menjadi ruang makan berkonsep heritage.
Arsitektur kolonial tetap dipertahankan dengan dinding berlukis bangunan tua dan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana hangat.
Ruang VIP dirancang menyerupai potongan sejarah, menampilkan lorong‑lorong sempit dan dekorasi yang mengingatkan pada masa lampau.
Menu 10 Regentstraat menonjolkan cita rasa nusantara dengan sentuhan nostalgia, seperti Bitterballen, Klappertaart, dan Karedok.
Bitterballen disajikan sebagai camilan klasik peninggalan kolonial, berbalut krim keju dan daging cincang.
Klappertaart menawarkan tekstur lembut dengan lapisan karamel khas Belanda yang menjadi favorit pengunjung.
Karedok hadir dengan sayuran segar, bumbu kacang, dan rasa asam yang menyeimbangkan kelezatan hidangan utama.
Minuman tradisional Limun Cap Badak menambah nuansa tempo dulu dengan rasa manis‑asam yang segar.
“Melalui pendekatan kuliner, masyarakat dapat merasakan sejarah secara lebih dekat dan relevan,” ujar Direktur PT Imperium Buana Sakti, Steffiani Setyadji.
CEO Pos Bloc Surabaya, Jimmy Saputro, menilai ruang ini sebagai langkah awal menghidupkan kembali kawasan Kota Lama.
Ia menekankan bahwa revitalisasi tidak cukup hanya menjaga bangunan, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang membuatnya kembali bernapas.
Harga di 10 Regentstraat relatif terjangkau, memungkinkan berbagai kalangan menikmati suasana bersejarah tanpa beban finansial tinggi.
Pengunjung melaporkan kepuasan tinggi karena dapat bersantap di dalam bangunan berusia ratusan tahun sambil menikmati hidangan tradisional.
Keberadaan restoran ini meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Kebon Rojo, memperkuat ekonomi lokal.
Pengelola berencana menambah program edukasi sejarah melalui pameran mini dan tur berpemandu di masa mendatang.
Dengan kombinasi cagar budaya, arsitektur kolonial, dan kuliner nusantara, 10 Regentstraat menjadi lebih dari sekadar restoran.
Ruang makan kini menjadi titik pertemuan budaya, sejarah, dan rasa yang menghubungkan generasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan